Follow Me @lavidaqalbi

4/24/2019

Daftar Lagu-lagu Tentang Kehebatanmu

April 24, 2019 1 Comments


Okay, jadi sekarang blog ini berubah tema dari mental illness menjadi blog recovery. Aku ingin memberi rekomendasi lagu yang akan membakar semangatmu, yang akan membuatmu percaya bahwa kamu kuat, bahwa kamu bisa bertahan. Karena terkadang yang membuatku susah untuk menjadi kuat adalah sibuk membesar-besarkan masalah kecil. Kemudian mendengarkan lagu-lagu melankolis, yang justru bukannya memperbaiki tapi memperparah. Memang, rasanya nyaman bermellow ria dengan kesedihan. Tapi mau sampai kapan?
Kita harus bangkit. Kita berhak untuk merasa bahwa kita hebat, kita harus berhenti berpikir bahwa kita tidak berguna, padahal kita ini manusia. Manusia mempunyai otak yang merupakan hadiah terbaik dari Tuhan, sebuah kapasitas berpikir yang tidak tertandingi dibanding makhluk Tuhan yang lain.
Bayangkan, ya. Lalat, hewan yang sangat kubenci, hewan yang dulu ingin kumusnahkan dan aku begitu benci dengan kehadirannya, mereka ternyata punya peranan penting dalam ekosistem. Apalagi kamu. Kamu manusia, punya otak yang hebat untuk berpikir, kamu bisa gunakan itu untuk meraih kehebatan. Recovery tidak pernah linear ke atas, tidak semudah itu. Akan banyak waktu dimana kamu jatuh lagi, tapi yang terpenting adalah jangan pernah berhenti berusaha. Perlahan-lahan, asal sampai di tujuan. Wajar jika kamu terjatuh dan gagal, we do make mistake. Because we're human. Me too, and you are not alone, my friend. Jujur aku pun begitu. Masih sering menemukan diriku depresi dan merasa semuanya sia-sia ketika segala hal tidak bekerja sesuai yang kuinginkan, tapi aku selalu ingat bahwa ini semua wajar. Tidak ada segala hal yang instan, kita semua butuh proses. Recovery bukan ajang lomba, kok. Saranku, buatlah daftar hal-hal baru yang ingin kamu lakukan, sesuatu yang akan membuatmu merasa bahwa kamu hidup. Lalu manifestasikanlah! Tidak perlu muluk-muluk. Mungkin beli roti di indomart yang murah, lalu berikan itu pada orang-orang jalanan yang tidak mampu. Atau mungkin sekedar bersepeda-pancal di sore hari lalu merasakan indahnya alam. Terserah.
Atau misal kamu ingin membuat daftar tujuan hidup yang levelnya sedikit ekstrim. Misal seperti berkebun, atau membuka usaha sendiri (misal; cafe), atau ikut kegiatan amal yang butuh banyak tenaga dan waktu. Tidak apa-apa. Lakukanlah segala hal yang kamu inginkan, asal positif.
"Tapi bagaimana caranya? Aku bingung cara memulainya," tanyamu. Wahai temanku, ada banyak informasi yang bisa kamu gali hanya dengan mengetik di search bar Google. Tulis semuanya di buku/notes handphone. Lalu buatlah perencanaan-perencanaan.
"Tapi bagaimana jika aku gagal?" tanyamu ragu, lagi dan lagi. Temanku, kita tidak pernah gagal. Either we win, or we learn. Dan jika rasanya semua terasa salah, rasanya kamu ingin menyerah, jangan. You are allowed to rest, but not quit. Bayangkan saja, kamu sudah memiliki banyak perencanaan, kamu sudah membangun semuanya dari awal. Semua keringat, melawan ketakutan, melawan overthinking, melawan segalanya. Dan hampir sampai di garis finish, hanya kurang 40% lagi, tapi kamu putuskan untuk menyerah. Pasti akan gagal, 'lah. Tapi bagaimana jika kamu gagal, lalu mencoba lagi, gagal lagi, lalu mencoba lagi, dan terus begitu? Lama-lama dari 40% itu akan sampai di 100%, di akhir kamu dapat nikmati hasilnya. Klise, 'sih. Tapi intinya, jangan menyerah saat kamu berusaha mencapai suatu target. Nothing is impossible in this world. Banyak orang yang gagal, karena mereka berhenti di tengah jalan. Buatlah sebuah gebrakan baru, tunjukkan pada dunia bahwa apa yang dipikir tidak mungkin, bisa terjadi asal ada usaha.
Okay, prolognya panjang sekali, ya. Kembali ke topik. Sekarang, untuk membangkitkan semangatmu, hilangkan lagu-lagu mellow. Coba dengarkan lagu-lagu yang akan kusarankan ini. Dan semoga kamu menyukainya, juga semoga berguna untukmu. Kuharap lagu-lagu ini akan membuatmu kuat, seperti yang telah terjadi padaku.
Yang mau dengarkan, tinggal klik aja di bagian teks judul lagunya yang ku tulis di bawah.
1.
"Everytime you bleed for reaching greatness"
(Setiap saat kamu berdarah, berusaha meraih kejayaan)
Relentless you survive
(Tanpa henti, kamu tetap bertahan)

They never lose hope when everything's cold
(Tidak pernah kehilangan harapan, bahkan ketika segala hal terasa tak mungkin)
And the fighting's near
(Dan peperangan mulai mendekat)
It's deep in their bones
(Terukir di dalam tulang)
They run into smoke when the fire is fierce
(Mereka akan lari menuju asap, ketika api membara)
They're written down in eternity
(Mereka telah tertulis dalam keabadian)
But you'll never see the price it costs – the scars collected all their lives
(Tapi kau tidak akan pernah bisa mengukur besar nilainya,
semua bekas luka yang terkumpul selama mereka hidup)
When everything's lost, they pick up their hearts and avenge defeat
(Ketika semua terasa hilang arah,
mereka membangkitkan hati mereka dan membalas kekalahan)
Before it all starts, they suffer through harm just to touch a dream
(Sebelum semuanya dimulai,
mereka telah menderita,
melalui segala macam mara bahaya hanya supaya bisa menyentuh mimpi mereka)

Oh, pick yourself up 'cause,
(Bangkitkan dirimu, karena)

Legends never die when the world is calling you
(Sang legenda tidak akan mati,
ketika seluruh dunia memanggilmu)
Can you hear them screamin' out your name?
(Bisakah kamu dengar mereka meneriakkan namamu?)
Legends never die, they become a part of you
(Sang legenda tidak akan matimereka menjadi bagian dalam dirimu)"
2.
First things first
(Hal pertama, yang utama)
I'ma say all the words inside my head
('Kan ku katakan semua kata yang ada di dalam kepalaku)

I'm fired up and tired of the way that things have been
(Aku terbakar dan lelah dengan segala hal yang telah terjadi)
Second thing second
(Hal yang kedua, nomor dua)
Don't you tell me what you think that I can be
(Jangan kau dikte aku apa yang kamu pikir aku bisa lakukan)
I'm the one at the sail, I'm the master of my sea,
(Akulah pengendali satu-satunya layar kapal, akulah raja lautanku)
I was broken from a young age
(Aku telah terluka sejak kecil)
Taking my soul to the masses
(Memantapkan jiwaku agar lebih tertata)
Write down my poems for the few
(Menulis puisi untuk para minoritas)
That looked at me, took to me, shook to me, feeling me
(Yang telah melihatku, menjunjungku, mengagetkanku, merasakanku)
Singing from heartache from the pain
(Bernyanyi dari rasa sakit hati, dari luka)
Taking my message from the veins
(Memberi pesan dari nadiku)
Speaking my lesson from the brain
(Mengajarkan pelajaran hidupku dengan otak)
Seeing the beauty through the
(Melihat keindahan dari...)
Pain
(Luka)
You made me a, you made me a believer, believer
(Kamu membentukku menjadi, seorang yang percaya)
You break me down, you build me up, believer, believer
(Kamu menghancurkanku, kamu membentukku, percaya)
Oh let the bullets fly, oh let them rain
(Biarkan peluru itu melayang, biarkan menghujaniku)
My life, my love, my drive, it came from
(Hidupku, cintaku, doronganku, semuanya dari)
(Pain)
(Luka)
Third things third
(Hal ketiga, nomor tiga)
Send a prayer to the ones up above
(Kirim doamu untuk Yang di Atas)
All the hate that you've heard has turned your spirit to a dove,
(Semua kebencian yang kamu dengar telah mengubah jiwamu menjadi awan)
I was choking in the crowd
(Aku pernah tercekik di keramaian)
Building my rain up in the cloud
(Menciptakan hujanku di atas awan)
Falling like ashes to the ground
(Lalu jatuh seperti debu ke tanah)
Hoping my feelings, they would drown
(Berharap perasaan, semuanya tenggelam)
But they never did, ever lived, ebbing and flowing
(Tapi tidak akan pernah, mereka akan terus hidup, surut, lalu tetap mengalir)
Inhibited, limited
(Terhambat, terbatas)
'Til it broke up and it rained down
(Sampai terpecah, lalu hujan turun)
Last things last
(Yang terakhir)
By the grace of the fire and the flames
(Dari rahmat api dan kobarannya)
You're the face of the future, the blood in my veins, oh ooh
(Kamu adalah masa depanku, darah mengalir dalam nadiku)"
3.

"You coud be the greatest
(Kau bisa jadi yang terhebat)
You can be the best
(Kau bisa jadi yang terbaik)
You can be the King Kong banging on your chest
(Kau bisa jadi King Kong yang menepuk-nepuk dadamu)
You could beat the world
(Kau bisa kalahkan dunia)
You could beat the war
Kau bisa kalahkan musuh dalam perang
You could talk to God, go banging on his door
Kau bisa bicara pada Tuhan, menggedor-gedor pintu-Nya
You can throw your hands up
Kau bisa angkat tanganmu ke atas
You can be the clock
Kau bisa menjadi jam
You can move a mountain
Kau bisa pindahkan gunung
You can break rocks
Kau bisa memecah bebatuan
You can be a master
Kau bisa jadi seorang tuan
You could go the distance
Kau bisa tempuh jarak yang jauh

You could run the mile
Kau bisa lari bermil-mil

You could walk straight through hell with a smile
Kau bisa berjalan lewati neraka dengan tersenyum

You could be the hero
Kau bisa jadi pahlawan

You could get the gold
Kau bisa dapatkan medali emas
Breaking all the records that thought never could be broke
Pecahkan rekor yang dikira takkan bisa dipecahkan
Do it for your people
Lakukanlah untuk rakyatmu
Do it for your pride
Lakukanlah untuk harga dirimu
Never gonna know if you never even try
Kau takkan pernah tahu jika kau tak pernah mencoba
Do it for your country
Lakukanlah untuk negaramu
Do it for you name
Lakukanlah untuk namamu
Cause there's gonna be a day
Karena akan ada suatu hari
When you're
Saat kau
Don't wait for luck
Jangan tunggu keberuntungan
Dedicate yourself and you can find yourself
Abdikan dirimu dan kau bisa temukan dirimu
Standing in the hall of fame
Berdiri di hall of fame
And the world's gonna know your name
Dan dunia akan tahu namamu
Cause you burn with the brightest flame
Karena kau membakar dengan bara paling terang
Be a champion, Be a champion, Be a champion, Be a champion
Jadilah juara, jadilah juara, jadilah juara, jadilah juara
Be students
Jadilah siswa
Be teachers
Jadilah guru
Be politicians
Jadilah politisi
Be preachers
Jadilah da'i
Be believers
Jadilah penganut
Be leaders
Jadilah pemimpin 
Be astronauts
Jadilah astronot
Be champions
Jadilah juara
Be true seekers
Jadilah pencari sejati"
Hall of Fame, The Script.
4.
"All the lies she has seen
Semua dusta yang tlah dia lihat
All the meaner side of me
Semua sisi kelam diriku
They took away the profits dream for a profit on the street
Mereka membawa pergi mimpi keuntungan demi sebuah keuntungan di jalanan
Now she’s stronger than you know
Kini dia lebih kuat daripada yang kau tahu
A heart of steel starts to grow
Sebuah hati baja mulai tumbuh
All his lies he's been told

Semua dustanya yang tlah dia dengar
He’ll be nothing when he’s old
Dia takkan jadi siapa-siapa saat dia tua
All the kicks and all the blows
Semua tendangan dan tamparan
He will never let it show
Dia takkan pernah menunjukkannya
Cause he’s stronger than you know
Karena dia lebih kuat daripada yang kau tahu
You've been working every day and night
Kau tlah bekerja siang malam
Every day, every hour

Setiap hari, setiap jam
Turn the pain into power
Ubahlah rasa sakit jadi kekuatan
All the hurt, all the lies

Semua luka, semua dusta
All the tears that they cry
Semua air mata yang mereka tumpahkan
When the moment tears just right
Saat air mata tepat ditumpahkan 
They seem fire in their eyes
Air mata kan tampak seperti api di mata mereka
She's got lion in her heart

Ada singa di hatinya
A fire in her soul
Api di jiwanya
He's a got a beast in his belly
Ada binatang buas di perutnya
That's so hard to control
Yang begitu sulit dikendalikan
Cause they've taken too much hits
Karena mereka tlah menerima terlalu banyak hantaman
Taking blow by blow
Menerima pukulan demi pukulan
Now light them match up like watch them explode
Kini terangi mereka dan lihat mereka meledak
When you've been fighting for it all your life
Saat kau tlah memperjuangkannya seumur hidupmu
You've been struggling to make things right
Kau tlah berjuang tuk memperbaiki semuanya
That’s how a superhero learns to fly
Seperti itulah seorang pahlawan super belajar terbang"
Superheroes, The Script.
5.
I'm at war with the world and they
Aku sedang berperang dengan dunia dan mereka
Try to pull me into the dark
Berusaha menarikku ke dalam kegelapan
I struggle to find my faith
Aku berjuang tuk temukan imanku
As I'm slippin' from your arms
Saat aku tergelincir dari pelukanmu
It's getting harder to stay awake
Semakin berat tuk tetap terjaga
And my strength is fading fast
Dan kekuatanku memudar dengan cepat
You breathe into me at last
Akhirnya kau hembuskan nafas ke dalam diriku
I'm awake I'm alive
Aku terjaga dan hidup
Now I know what I believe inside
Kini aku tahu apa yang kuyakini di dalam hati
Now it's my time
Kini, inilah waktuku
I'll do what I want 'cause this is my life
Kan kulakukan yang kumau karena ini hidupku
Here (right here), right now (right now)
Di sini (di sini), sekarang (sekarang)
I'll stand my ground and never back down
Kan kupertahankan tempatku dan pantang mundur
I know what I believe inside
Aku tahu apa yang kuyakini di dalam hati
I'm awake and I'm alive
Aku terjaga dan hidup
I'm at war with the world cause I

Aku sedang berperang dengan dunia karena aku
Ain't never gonna sell my soul
Takkan pernah menjual jiwaku
I've already made up my mind
Aku tlah memutuskan
No matter what I can't be bought or sold
Apapun yang terjadi, aku tak bisa diperjualbelikan
When my faith is getting weak

Saat imanku kian lemah
And I feel like giving in
Dan aku ingin menyerah
You breathe into me again
Kau hembuskan nafas ke dalam diriku lagi
In the dark

Di dalam gelap
I can feel you in my sleep
Aku bisa merasakanmu di dalam tidurku
In your arms I feel you breathe into me
Di dalam pelukmu, aku merasa kau hembuskan nafas ke dalam diriku
Forever hold this heart that I will give to you
Selamanya genggamlah hati yang akan kuberikan kepadamu
Forever I will live for you
Selamanya aku kan hidup untukmu"
Awake and Alive, Skillet.
[bagus banget ini lagu tentang Tuhan, ah I am in love]
6. 
There's gotta be another way out,
Pasti ada jalan keluarnya
I've been stuck in a cage with my doubt
Aku terjebak dalam kandang keraguanku
I've tried forever getting out on my own.
Tlah kucoba tuk kluar dengan caraku sendiri
But every time I do this my way
Tapi, setiap kulakukan dengan caraku
I get caught in the lies of the enemy
Aku terjebak dalam kebohongan musuh
I lay my troubles down, I'm ready for you now.
Kuredakan masalahku, sekarang aku siap melawanmu
Bring me out
Bawa aku keluar
Come and find me in the dark now
Datang dan temukanku dalam kegelapan
Everyday by myself I'm breaking down
Setiap hari ku mengalah oleh diriku sendiri
I don't wanna fight alone anymore
Aku tak ingin berjuang sendirian lagi
Bring me out
Bawa aku keluar
From the prison of my own pride
Dari penjara kebanggaanku sendiri
My God, I need a hope I can't deny
Tuhanku, tak ku pungkiri kubutuh harapan
In the end I'm realizing I was never meant to fight on my own
Pada akhirnya aku menyadari, aku tak dimaksudkan tuk melawan sendirian
Every little thing that I've known is every thing I need to let go
Setiap hal kecil yang kutahu adalah sesuatu yang harus kulepaskan
You're so much bigger than the world I have made
Kau begitu jauh lebih besar dari duniaku
So I surrender my soul
Maka kuserahkan jiwaku
I'm reaching out for your hope
Aku menjangkau harapanmu
I lay my weapons down
Kuletakkan senjataku
I'm ready for you now.
Aku siap untukmu sekarang
I don't wanna be incomplete
Aku tak ingin gagal
I remember what you said to me
Aku ingat yang kau katakan padaku
I don't have to fight alone
Aku tak harus berjuang sendiri"
On My Own, Ashes Remain.
[Ini juga lagu tentang Tuhan. You need help? Hilangkan ego. Kamu boleh minta bantuan, ga cuma lewat Tuhan aja, mungkin ke teman, ke psikolog/psikiater, ke siapapun.]
7. 
I’m just the boy inside the man, not exactly who you think I am
Aku hanyalah anak kecil di dalam tubuh pria dewasa, tak seperti yang kau kira
Trying to trace my steps back here again so many times
Berulang kali mencoba telusuri jejakku kembali ke sini lagi 
I’m just a speck inside your hand, you came and made me who I am
Aku hanyalah butiran di dalam genggamanmu, kau hadir dan jadikanku begini
I remember where it all began so clearly
Aku ingat dengan jelas dimana semua ini bermula
I feel a million miles away, still you connect me in your way
Aku merasa jutaan mil jauhnya, tapi tetap saja kau terhubung denganku
And you create in me something I would’ve never seen
Dan kau ciptakan dalam diriku sesuatu yang pernah kulihat
When I could only see the floor, you made my window a door
Saat hanya bisa kulihat lantai, kau buat jendelaku jadi pintu
So when they say they don’t believe, I hope that they see you in me
Maka saat mereka bilang tak percaya, kuharap mereka melihatmu dalam diriku
After all the lights go down, I’m just the words you are the sound
Setelah semua cahaya padam, aku hanyalah kata-kata, kaulah suaranya
A strange type of chemistry, how you’ve become a part of me
Kimia yang aneh, bagaimana kau tlah jadi bagian diriku
And when I sit alone at night, your thoughts burn through me like a fire
Dan saat aku duduk sendiri di malam hari, pikiran tentangmu membakar diriku seperti bara
You’re the only one who knows who I really am
Kaulah satu-satunya yang tahu siapa diriku sebenarnya
We all wanna be somebody, we just need a taste of who we are
Kita semua ingin jadi seseorang, kita hanya butuh mencicipi siapa diri kita
We all wanna be somebody, we’re willing to go but not that far
Kita semua ingin jadi seseorang, kita mau pergi tapi tak sejauh itu
And we’re all see through, just like glass
Dan kita semua tembus pandang, seperti kaca
And we can shatter just as fast
Dan kita bisa hancur dengan cepat
That light’s been burned out for a while
Cahaya itu tlah terbakar sekian lama
I still see it every time I pass
Masih kulihat tiap kali aku lewat
It was lost in the corners of my mind
Ia hilang di sudut benakku
Behind a box of reasons why
Di balik sekotak alasan mengapa
I never doubted it was there
Tak pernah kuragukan ia ada di situ
It just took a little time to find and even when...
Hanya butuh sedikit waktu tuk menemukannya dan bahwa ketika....
Trying to trace my steps back here again so many times
Berulang kali mencoba telusuri jejakku kembali ke sini lagi"
Be Somebody, Thousand Foot Krutch.
[lagu ini juga tentang seseorang yang pernah tersesat dari TuhanNya, akhirnya kembali lagi pulang ke jalan yang benar. Yeah, I see myself in this song]
Okay... Mungkin itu aja dulu, ya. Jika ada yang mau menambahkan, silahkan di kotak komentar /macem youtubers aja wkwk/. Nanti kalau ada update lagu, akan kutambahkan disini. Semangat, kawan-kawan!


4/16/2019

Kunci Hidup Bahagia, No. 5 Bikin Tercengang!

April 16, 2019 0 Comments

what kind of title is that, pft. 
"Lavida sekarang terlihat lebih bahagia. Ah, aku bahagia ketika lihat Lav senyum dan ketawa lebar kayak gini!"
"Lav, kamu berubah ya sekarang..."
"Aku lebih suka Lav yang sekarang,"
"Cie yang mood bahagianya bisa bertahan dari pagi sampai sore. Biasanya pagi ceria, sore mukanya bertekuk-tekuk,"
Monolog di atas adalah beberapa kalimat yang dilontarkan manusia-manusia yang hidupnya berputar di sekitarkuteman-teman sekolah yang rupanya menyadari bahwa aku berubah. Awalnya, aku tidak sadar bahwa aku tidak seperti diriku yang dulu. Karena orang-orang bilang aku berubah, aku beru menyadari, rasanya aku bukan Lavida yang depresi lagi. Aneh memang.
Rasanya aku sudah membunuh Lavida yang dulu. Jujur saja, aku sudah membunuh Lavida berkali-kali. Eh, dua kali sih sebenarnya, hihi. Yang pertama, aku membunuh Lavida yang dulunya ceria di masa kecil, lalu menghidupkan Lavida remaja yang selalu pesimis dengan hidup. Sekarang, yang kedua, Lavida yang pesimis di masa remaja kubunuh lagi. Lalu bermetamorfosis menjadi Lavida menuju dewasa yang mulai memandang hidup sebagai kesempatan langka yang terlalu berharga untuk disia-siakan. Sekarang aku Lavida yang selalu melihat hidup dari perspektif positif dan tidak takut dengan kegagalan. Aku percaya, bahwa setiap manusia punya masanya sendiri-sendiri untuk mencapai fase dimana ia sadar arti hidupnya di dunia ini.
"Every flower blooms in its own time— Ken Petti.
Dulu aku begitu benci dengan hidup. Aku hidup dalam penjara dan menjadi robot, tidak pernah bisa bebas dari tuntutan orang-orang sekitar. Tiap aku ingin melakukan apa yang kuinginkan, aku selalu ditakut-takuti dengan kegagalan. Dan tentu saja, aku gagal. Karena memang tidak ada yang menunjukkan jalan padaku, bagaimana harus mencapai targetku. Mereka hanya fokus agar aku mengikuti kemauan mereka. Padahal di balik itu, mereka tanpa sadar membatasi diriku untuk tumbuh, sekaligus membunuh kreativitasku. Akhirnya, aku menjadi manusia yang terlalu dependen terhadap orang lain. Aku takut dengan pilihanku sendiri, selalu bergantung pada orang. Aku jadi meremehkan diriku, termasuk pendapatku sendiri. Sedangkan aku tahu itu buruk untukku.
"Jangan pernah bergantung dengan manusia, manusia bisa mengecewakan. Alasannya? Mereka cuma manusia. Manusia tempatnya salah, catet tuh." itu kalimat seseorang yang stuck di pikiranku, dan itu yang kupelajari dari kegagalanku di masa lalu.
"She knows her worth, and the games changed."
Saat aku memutuskan sesuatu, lalu melakukannya, lalu gagal. Orang sekitar akan meremehkanku dengan berkata, "Tuh 'kan, gagal. Coba kalau kamu ikuti saranku, pasti hasilnya lebih baik". But, I was like, excuse you? Ini hidupku. Tentu, hakmu untuk berpendapat. Tapi tidak untuk mendikte apa yang harus kuputuskan. Begitu lama aku hidup di siklus toxic ini. Ditambah lagi, aku tipe manusia yang gak enakan. Aku menjadi manusia yang biasa disebut people pleaser. Aku selalu mengesampingkan kepentingan diriku sendiri, demi orang lain yang bahkan aku tidak yakin akan melakukan hal yang sama seperti apa yang kulakukan untuknya.
Beberapa temanku bilang bahwa aku naif, dan itu hal yang bagus. Tentu, at some point, it's good. Karena orang akan berpikir bahwa aku orang yang baik dan akan mendapat nilai plus di mata masyarakat. Tapi jika terlalu berlebihan, somehow itu menjadi bumerang. Akan ada manusia toxic yang memanfaatkan sisiku tersebut hanya untuk kepentingannya sendiri padahal mengerti bahwa itu membuatku tersiksa, ditambah lagi mereka tidak juga sadar diri. Namun aku sadar, bukan salah mereka. Ini semua salahku, yang tidak berpendirian dan membiarkan harga diriku diinjak-injak.
Penyesalan dan kegagalan, perpaduan antara kutukan dan keberuntungan yang pernah terjadi padaku berkali-kali, adalah pelajaran terbesar hidup yang pernah diberi. Sekarang, aku bisa dengan mantap berkata bahwa aku bersyukur untuk semua masalahku.
"Pain always changes people."
Jadi, kembali ke pertanyaan awal, bagaimana aku bisa berubah? Jawabannya simpel, karena aku punya rasa ingin. Karena aku sadar, bahwa tahap awal agar aku lebih bahagia adalah melakukan apa yang kuinginkan. Bagaimana cara supaya aku bisa berani dan percaya diri dengan keputusan yang kuambil? Dengan cara mencintai diriku sendiri. "Hah? Mencintai diri sendiri? Egois, dong! Dasar narsistik! Individualis!" sahut seseorang. Wait, wait, wait... Relax, boy. Relax, girl. Let me explain my point. But first, check my life's rule below :
PERATURAN
How to Be Happy
— by Lavida L. Q.
  1. Cintai dirimu sendiri; sampai titik dimana ketika ada orang yang tidak bisa menghargaimu, kamu tidak peduli pada orang itu dan bisa dengan mudah meninggalkannya. Bukannya sombong, tapi menghargai dirimu sendiri dan memilih untuk tidak berlama-lama menyakiti diri dengan bersama orang yang kehadirannya hanya membuat sedih daripada bahagia. Cintai orang lain, tapi lebih cintai dirimu. Di dalam dirimu mengalir emas, jadi jangan menganggap dirimu debu kotor. Klise, tapi dirimu berharga. Jika kamu sendiri tidak menganggap dirimu berharga, maka tanpa sadar alam bawah sadarmu membuat gerak-gerikmu terlihat tidak berharga juga di mata orang lain. Lalu akhirnya? Orang lain juga tidak menghargaimu.
  2. Berani berpendapat (SPEAK UP); untuk berpendapat, jangan pernah ragu. Jangan pernah berpikir bahwa pendapatmu tidak berharga, bahwa pendapatmu bodoh, bahwa pendapatmu aneh, dan lain-lain. Semua manusia memiliki pemikirannya sendiri. Ingat di LKS PPKN kelas 12? Pasal 28 E ayat (3), "Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat".
  3. Lakukan, hilangkan ragu; segala pilihan yang kamu ambil, lakukan yang terbaik yang kamu bisa. Keragu-raguan hanya akan menghambatmu untuk segera bertindak, akan memperlambat waktumu untuk sukses. Bahkan menghambat potensimu untuk melakukan yang terbaik. Saat kamu yakin akan suatu hal, terkadang alam memiliki rencana lucu untuk mengabulkannya pada saat kamu bingung bagaimana. Cukup lakukan sekeras yang kamu bisa untuk menggapai apa yang kamu yakini benar.
  4. Bangkit setelah gagal; bukannya menyalahkan diri. Kegagalan yang kamu rasakan adalah cara Tuhan memberi bantuan dengan menunjukkan dimana celah yang kamu lewati, menunjukkan cacatmu. Sehingga kamu bisa lebih mudah mengerti letak dimana yang harus kamu perbaiki agar bisa sukses nantinya. Tapi tahap awal yang harus dilakukan adalah kamu harus bangkit setelah kegagalan dan terus mencoba. Jika gagal, coba lagi. Gagal lagi, coba lagi. Semakin banyak kegagalanmu, semakin kamu mengerti cacat mana yang harus kamu perbaiki.
  5. Be independent, but not individualist; ingin ke cafe sendiri menikmati me time? Lakukan. Tentu, orang akan melihatnya aneh. "Ini anak ga punya teman apa gimana, kasian banget" that words might out from some stranger's mouth but who cares, right? Jika menurutmu ketenangan adalah sesuatu yang bisa dicapai ketika kamu sendirian, itu tidak apa-apa. Kesendirian bukan sesuatu yang harus dikasihani, tapi suatu ketenangan yang banyak orang lain belum sadari betapa nyaman rasanya. Independent juga bukan berarti hanya sendiri, namun juga mandiri. Mandiri dalam berpendapat dan berperilaku, juga berani bertanggung-jawab atas pilihannya. Jika kamu menguasai peraturan nomor 5 ini, kamu akan lebih tenang. Dan ketenangan adalah kunci awal kebahagiaan.
  6. Hindari drama; lebih baik mana, mempergunakan waktu untuk memperbaiki diri supaya bisa berguna untuk masyarakat atau berlarut-larut dalam suatu masalah kecil yang dibesar-besarkan?
  7. Tegas, tapi tidak keras; kepada diri sendiri. Tetaplah baik pada orang lain, tapi beri batasan jika harga dirimu dianggap remeh. Bukan tugasmu untuk memperbaiki seseorang, itu tugas mereka. Beri dukungan, namun jika mereka menyakiti dirimu, tinggalkan. Learn to say no.
  8. Dengarkan dan hargai; semua orang memiliki alasan masing-masing melakukan sesuatu. Jangan menilai hanya dari kata orang lain. Harus dengar dari pelaku. Kemudian hargai alasannya. Dan ingat, menghargai berbeda dengan menyetujui.
  9. Don't overthink; tidak akan mungkin ada orang yang terpikir sepanjang hari karena melihat orang asing yang jatuh terpeleset akibat kulit pisang di dekat jalan raya.
  10. Selalu pilih keJUJURan yang pahit daripada kebohongan yang manis. 


3/09/2019

sekelebat frasa untuk malam minggu yang sepi.

Maret 09, 2019 0 Comments

Dunia ini benar-benar panggung sandiwara. Apapun yang kamu lihat, jangan pernah percaya. Apa yang kamu cium, kamu rasa, bahkan yang kamu kecap sekalipun, bisa jadi hanyalah imitasi. Tontonan berbungkus kesempurnaan, terlihat meyakinkan dan apa adanya, namun dibalik itu terdapat permainan kebohongan yang tidak diketahui orang lain.
Kita semua pasti pernah berbohong dalam hidup kita. Kebohongan kecil ataupun besar. Kebohongan untuk kebaikan ataupun kebohongan yang murni atas dasar keinginan ego semata.
Kamu yang membaca ini, aku ingin bertanya. Pernahkah kamu berbohong? Harus jawab jujur, ya. Jangan bohong lagi, kekeke. Jika boleh kuberi sebuah tantangan, beranikah kamu jujur di depan orang yang telah kamu bohongi? Meskipun kebohongan itu telah terjadi bertahun-tahun yang lalu, dan mungkin orang yang kamu bohongi sudah lupa akan kebohonganmu. Beranikah kamu membahasnya kembali lalu jujur padanya sesuai kenyataan yang ada? Beranikah?
Kutebak, kamu akan menggeleng dengan cepat. Hati dengan tegas memutuskan untuk tak akan pernah membahas masa lalu. Tenang saja, wajar. Aku pun tidak berani untuk membuka tabir masa laluku.
Baiklah, aku mengaku. Aku adalah seorang pendosa, aku melakukan banyak kebohongan di masa lalu, bahkan di masa sekarang. Hanya agar aku bisa lolos dari suatu kondisi yang tidak kusukai dengan mudah. Aku begitu kekanak-kanakkan dan egois, selalu ingin melalui jalan paling mudah.
Aku murid sekolah yang bahagia.
Aku mempunyai keluarga yang indah.
Aku punya banyak teman yang peduli padaku.
Aku tidak pernah disakiti orang lain.
Aku tidak pernah menangis.
Aku menanggapi semua masalah dengan bijak.
Aku tidak pernah menyerah.
Aku selalu memaafkan.
Aku tidak pernah mendendam.
Aku mencintai duniaku.
Aku bahagia.
Aku Lavida Latifatul Qalbi.


1/13/2019

Past My Bed Time

Januari 13, 2019 0 Comments

"Hate to see you like a monster So I run and hide.

Hate to ask but what's it like to leave me behind?
Are the pieces of you in the pieces of me?
I'm just so scared you're who I'll be.
When I erupt just like you do,
they look at me. Like I look at you.
Eyes like yours can't look away.
But you can't stop DNA," - DNA, Lia Marie Johnson.
Trauma. Menurut Wikipedia, kata penuh drama itu mempunyai arti bahwa hal tersebut merupakan salah satu jenis kerusakan jiwa yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa traumatik. Hal yang akan menghantui hidupmu, menemani jiwamu bersama bayangan gelap di pikiranmu. Membuatmu sulit untuk tertidur di malam hari, juga membuatmu gelagapan menghadapi dunia di pagi hingga sore hari.
Malam ini, monster di pikiranku datang lagi. Biasanya jika begini, aku akan menelepon seseorang untuk membantuku mengusirnya. Aku terlalu lemah, begitu pengecut untuk mengusir monster ini sendirian, aku butuh orang lain. Namun takdir kali ini mendampratku. Kali ini, aku tidak punya siapapun untuk dimintai pertolongan. Semua orang sudah meninggalkanku. Aku benar-benar sendirian sekarang, bersama monster yang mulai meracuniku. Memang ada beberapa orang yang masih peduli, namun melihat mata mereka berbinar ketika aku membawa kabar gembira bahwa aku sudah sembuh, membuatku menjadi tidak enak jika aku berkata bahwa malam ini pikiranku mulai gila lagi. Mereka begitu bahagia mengetahui bahwa aku sudah bangkit, bahwa aku kini bahagia. Aku tidak bisa mengecewakan mereka jika aku bilang bahwa malam ini sang monster telah datang lagi. Aku harus menghadapi monster ini sendirian.
Monster di kepalaku berbisik bahwa orang-orang meninggalkanku karena mereka adalah orang yang egois, tidak punya hati, dan dari awal hanya ingin mempermainkanku. Ia bilang bahwa mereka kejam, hanya ingin mengambil hal yang bisa dimanfaatkan dariku lalu pergi begitu saja ketika aku dirasa sudah tidak berguna bagi mereka. Ia bilang bahwa sekarang aku sudah mengerti sifat asli mereka, lalu apa gunanya untuk tetap berharap? Ia bilang bahwa aku lebih baik mati, lagipula sekarang sudah tidak ada yang peduli. Aku sudah tidak bisa cutting, ada seseorang yang setiap hari mengecek lenganku. Aku juga tidak mau membunuh monster di pikiranku dengan hal-hal lain yang merusak diriku lagi, aku sudah janji pada seseorang. Tapi aku tersiksa sekarang. Aku butuh ketenangan. Aku hanya bisa menangis di kamar sendirian, membuat keyboard laptop yang kugunakan untuk mengetik menjadi basah.
Monster ini masih memelukku erat selagi aku menangis, aku mulai menemukan kenyamanan di pelukannya. Perlahan, ia menampilkan film kehidupanku di masa kecil. Kembali ke masa lampau, dimana Lavida kecil berumur 6 tahun sendirian dan menangis di dalam kamar mandi. Berteriak untuk dikeluarkan namun tidak ada yang menjawab. Lalu aku melihat masa kecilku yang menutup telinga dengan kedua tangan mungilnya, sembari memejamkan matanya erat-erat di kamar mandi, terdengar suara jeritan dan tangisan di luar. Ia terduduk di kamar mandi lalu tanpa sadar tertidur sambil menahan dingin.
Keesokan paginya, ia sudah berada di atas kasur. Ia mencari seseorang, namun seseorang yang ia cari tidak bisa ia temukan dimanapun. Ia menangis kembali. Dalam hati kecilnya ia bertanya, "Mengapa ia meninggalkanku lagi? Mengapa aku sendirian lagi? Tidak bisakah setidaknya salah satu dari mereka memberiku pelukan setelah apa yang terjadi kemarin?".
Monster ini menamparku, menyadarkanku dari lamunan, membawaku kembali pada realita. Aku tersadar. Kudapati wajah seramnya satu inchi di depan hidungku. Aku melihatnaya menyeringai. Bola matanya menatapiku tajam. Aku tundukkan kepala lalu memejamkan mata. Tiba-tiba ia menarik daguku kasar, memaksaku menatapnya. Setetes air mataku jatuh, dengan lirih aku meminta "Kumohon lepaskan aku. Pergilah, kumohon... Aku lelah menghidupimu di pikiranku. Kumohon biarkan aku fokus pada kehidupanku. Kumohon... Biarkan aku tenang,". Ia terdiam untuk beberapa detik, kemudian tertawa kencang.
"Hidup denganmu memang menyenangkan, monster. Kamu janjikan padaku sesuatu yang hebat, sebuah kontrol. Kamu bilang bahwa jika aku menjauhi seseorang yang kusayangi, maka aku tidak akan pernah merasakan ditinggalkan lagi karena mereka tidak akan sempat melakukannya. Tapi apa? Aku menurutimu, dan karenamulah semua orang meninggalkanku. Jika saja aku bisa hidup seperti manusia normal dan tidak gila karena ada kamu di pikiranku, aku pasti sudah mempunyai hubungan yang sehat dengan orang-orang sekitarku. Namun karenamu, aku menjadi racun bagi orang-orang di sekitarku, yang membuat mereka akhirnya meninggalkanku. Ini semua salahmu. Pergilah! Aku tidak membutuhkanmu lagi," lanjutku padanya.
Ia bertepuk tangan sambil tertawa untuk yang kesekian kali, "Lavida bodoh. Aku ini ada untuk menjagamu dari dunia yang kotor. Masih butakah kamu dengan film yang barusan kuputar? Tidakkah kamu lihat? Semua orang memang akan meninggalkanmu. Aku memberimu saran terbaik, yaitu meninggalkan orang terlebih dahulu sebelum kamu ditinggalkan. Untuk apa mempertahankan sesuatu yang sudah jelas akan berakhir? Akhiri saja secepatnya, supaya segalanya selesai. Kamulah yang terlalu bodoh. Masih saja bandel ketika aku memberi saran. Lihatlah, mereka semua meninggalkanmu, bukan? Ini semua akibat kebodohanmu. Seandainya kamu mengikuti saranku, untuk tidak pernah percaya pada siapapun. Untuk tidak pernah membiarkan hatimu dimasuki orang lain. Untuk tidak pernah menyayangi seseorang. Kamu tidak akan merasakan sakit hati yang terlalu parah seperti sekarang ini," balasnya.
"Kamu benar-benar pintar untuk memanipulasi keadaan, monster gila. Tapi setidaknya aku memiliki memori dengan orang-orang yang kusayangi lebih banyak karena aku tidak meninggalkan mereka terlebih dahulu. Setidaknya, aku merasakan sedikit kasih sayang dari mereka. Yang tidak akan bisa digantikan atau dibeli oleh apapun. Aku berhak untuk disayangi. Walau di akhir aku merasakan rasa sakit, setidaknya aku bersyukur aku memberi orang-orang yang meninggalkanku sebuah kesempatan untuk menyalurkan empati mereka. Walau aku tahu, mungkin beberapa dari mereka hanya kasihan dan tidak tulus. Tapi, kumohon pergilah! Aku sudah dalam tahap recovery. Aku sudah mulai bahagia. Untuk apa kamu datang lagi?"
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Aku selamanya akan tinggal di dalam pikiranmu. Menghantuimu tentang masa kecilmu yang tidak akan pernah bisa kamu lupa. Dan jika kamu mau bekerja-sama denganku, baguslah. Namun jika kamu ingin aku pergi, aku tidak akan pernah bisa. Kamu sudah mempersilahkanku masuk, maka selamanya aku akan tinggal. Jika kamu tidak ingin aku, bersiaplah untuk melawanku seumur hidupmu. Bersiaplah untuk selamanya sengsara berperang denganku di pikiranmu sendiri. Bersiaplah, dan ingatlah bahwa tidak akan ada yang mengerti maupun membantumu. Kamu hanya akan dianggap gila. Tidak akan ada yang mengerti keadaanmu, kecuali jika mereka rasakan sendiri. Semua ada di tanganmu. Ingatlah bahwa jika kamu memilih untuk melawanku, kamu hanya akan berperang sendirian."
"Twice as year, you come in crashing.
Nice to see you too,
but always ends too soon.
Hate to say hello,
'cause I know that it means goodbye"
 FLASHBACK
1. 2015
"Please, believe. I won't ever leave you like they did. I won't let you fight this war alone. Let me help you. Let me love you, Vid." he said while looking at my eyes. I stare into some empty space, then I found myself in my childhood memories. "Can I really believe in you?" I ask again. He nod his head. "Please, don't ever leave me." I said while trying not to burst out my tears because my mind thinking in the future he will leave me. Three months later, he left.
2. 2016
"Seriously, I'll always beside you. I'll never leave. You are my best friend. You can tell me anything about your problem, I'll hear it anytime, anywhere." she held my hand tightly. I hug her, she hugged me back. "Thank you so much," I said while thinking about with what kind of story-line she will leave in the future. And then one year later, she left me. She said, "I am so tired with all of your drama and shit. Let's just never talk again,". But it's not the only reasons. I knew something else was up. Until one week later, I found out she was trying to steal a boy I like. Well, I don't really care about the boy, I was really hurt because she said we were best friend and yet she back-stabbed me and choose that boy instead of me.

3. 2018

"Please, just tell me what happened. Your secret is safe with us." she said while holding my hand, making me flashback of old memories in 2016. I was surrounded by five girls, all of them was my classmate. I was really sceptical, I was always got betrayed by everyone in the end. Should I really give them a chance? I decided to just give them the silent treatment, not answering.
"It's okay to talk about it. We won't tell anyone. And I promise, we will never leave you," I almost rolled my eyes, but tried my best not to. There's that promise again, I am so tired of all the broken promises. I am tired, I just want to be alone.
"Lav, you are not alone. There's many people will help you here. You have to trust us. Okay?" one of them open her mouth. I sighed loudly, "Fine..." I was stupid. I gave them a chance, but inside, in my mind I was thinking about the future when they will leave. They all were really kind to me, I felt so blessed. This is the longest friendship I ever had with someone, I couldn't be happier. I let my guards down. I let them to get inside my heart. I gave them my trust, my love, my everything. But I guess, I was blind for a while. They were just trying to be nice and pitying me. I found out so I was a little bit scared, sooner or later, they will leave. And some months later, they left. Can't blame them, though. I am really hard to dealt with. And it was my fault to give someone my trust, I shouldn't have done that.

Then a boy came. He said he would marry me. He said he would never leave me. He said he would never leave me. "Vid, I am not them who left you. Just remember, I will never leave. Now, I am working so we can have a future together." I stopped myself for a while. Should I really give this person a chance? I was ignoring him for months. I was being stupid. But, he still waits for me. But I am still scared. I am still so freaking scared. Even until now. And I feel so evil. I don't love he. I love someone else in secret. I don't know what to do. I don't want to lose him, because I already love him as like my older brother, nothing more than that. But he have to leave me, because he deserve someone better than me. But still, I am so freaking scared.
"We are all broken,
that's how the light gets in," - Ernest Hemingway.