Follow Me @lavidaqalbi

5/22/2019

Surat Terbuka untuk Para Adik-adik Perempuan

Mei 22, 2019 1 Comments
Untuk kalian para malaikat mungil yang masih berumur 4 tahun, aku tahu. Kalian baru saja masuk sekolah di Taman Kanak-kanak. Pun ku sadari, kalian belum bisa membaca ini, adik-adik. Namun dengan harap-harap cemas, ku bersemoga agar tulisan ini tanpa sengaja dibaca oleh calon orangtua yang sebentar lagi mempunyai anak atau orangtua yang tepat baru saja merayakan ulang tahun anaknya yang ke-4. Di umur 4 tahun ini, anak-anak akan mulai mencapai tahap meniru (play stage). Mereka akan meniru apa saja yang diperbuat manusia di sekitarnya. Anak belum bisa memahami baik atau buruk. Orangtua bisa saja berkata, "Kamu harus seperti ini. Kamu harus seperti itu. Kamu tidak boleh seperti ini, tidak boleh seperti itu". Tapi anak belajar dari apa yang ia lihat, yaitu perilaku. Aksi-aksi yang dilakukan orang-orang di sekitarnya. Mereka meniru dari tindakan. Jadi, untuk para ayah/ibu, jika ingin memberi didikan moral pada anak, tunjukkan melalui tindakan kalian. Di tahap ini, anak juga akan bertemu dengan teman mainnya. Ia mulai belajar sosialisasi. Ia merasakan betapa bahagianya bertemu dengan teman sebaya, saling kejar-kejaran, sambil tertawa lepas. Jangan pernah memberi batasan pada anak. Jika kalian takut anak akan jatuh saat kejar-kejaran, biarkan dulu. Dia akan belajar dari jatuhnya. Kemudian dia akan belajar cara bangkit. Dan temannya mungkin juga akan belajar membantu anak anda yang jatuh. Biarkan otak mereka melakukan problem solving dengan cara mereka sendiri. Biarkan, namun jangan diamkan. Setelah anak jatuh, beri nasihat "Jika lari pelan-pelan ya, biar ga jatuh lagi". Jangan lupa juga, dengan senyuman. Karena kalian orangtua mereka, orang yang paling mereka percaya di dunia ini. Jika kalian menasehati dengan nada ketus, ekspresi marah, anak akan takut dan tidak percaya lagi. Ini berbahaya. Anak akan mulai mencari orang lain yang bisa digunakan sebagai pengganti.
Untuk adik perempuan yang sudah berumur 6 sampai umur 10 tahun, sedang duduk di Sekolah Dasar, lengkap dengan atribut merah-putih. Halo, adik-adik. Aku percaya kalian bisa membaca tulisanku. Nasihat kakak untukmu, kalian boleh kok main. Tapi ingat waktu, ya! Buatlah jadwal kalian masing-masing. Jangan sampai kalian lebih banyak menghabiskan waktu hanya untuk bermain. Kalian bisa bermain sambil belajar, 'kan? Banyak sekali aplikasi permainan penuh teka-teki seru untuk kalian pecahkan di PlayStore. Otak kalian terasah, hati kalian senang, semua bahagia, hehe. Ilmu adalah hal yang sangat penting. Kalian yang bisa bersekolah, jangan pernah lupa untuk bersyukur. Ada banyak teman-teman seumuran kalian yang setiap pagi harus mengamen di persimpangan jalan. Berjualan koran di bawah kolong jembatan karena tidak kuat panas. Atau sekedar menemani orangtua mereka mengambil rongsokan sampah.
Foto di atas kasihan, ya? Enggak, aku ga akan bilang "Kamu harus belajar biar sukses, dek. Biar ga jadi kayak anak itu, biar anakmu ga kayak gitu!". Itu kalimat yang mengerikan, aku paham. Dan aku juga merasakan kesal dengan teror-teror macam ini yang sering diutarakan oleh orang dewasa di sekitarku saat masih seumuran kalian. Tapi aku ingin beri kalian sedikit petunjuk yang lebih menantang, yaitu "Kamu belajar dengan baik, dek. Nilai baik tidak menjamin hidupmu sukses, tapi nilai baik akan mempermudah kamu menggapai yang kamu inginkan. Raih nilai baik, buat orangtua kalian senang. Lalu setelah kalian sudah SMP, SMA/SMK, lalu kuliah, kemudian kerja... Kalian bantu anak-anak ini. Kalian ajak mereka yang tidak mampu, untuk turut merasakan kebahagiaan kalian. Percayalah, dek. Membagikan suatu kebaikan pada orang lain itu lebih membahagiakan di sisi kita, daripada yang kita tolong." Jadi... Bagaimana jika kalian belajar, kalian kerjakan PR dari sekolah dengan serius mulai sekarang, lalu berusaha semampu kalian untuk tidak menyepelekan sekolah lagi? Aku tahu, kelihatannya susah dan berat. Tapi jangan hanya lihat banyaknya tangga yang harus kalian daki lalu sudah mengeluh, cukup ambil langkah pertama. Perlahan-lahan... Nanti akan sampai, kok. Lalu mulai biasakan menuliskan mimpi-mimpi kalian di atas secarik kertas. Apa saja. Meskipun mimpi kalian terasa begitu jauh, aku tidak peduli. Ataukah mimpi itu absurd, aku tidak peduli. Tulis saja, yang membuat semangat kalian terpacu. Setelah itu, tempelkan kertas-kertas itu di kamar kalian, atau dimana saja asal kalian bisa setiap hari melihat mimpi-mimpi kalian. Ini namanya, afirmasi. Jadi ya, kesimpulannya, lakukan afirmasi.
"Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang," - Presiden Pertama Negara Kita, Ir. Soekarno.
Jangan lupa setiap hari Jum'at, saat pulang lebih pagi dari sekolah, biasakan membaca buku ya, dek. Buku apa saja. Buku dongeng, fabel, legenda, mitos, bahkan novel, atau koran pun, terserah. Karena aku percaya, dari membaca buku-buku itu, akan selalu ada pelajaran hidup yang bisa kalian dapat yang mungkin jarang kalian dapatkan di sekolah. Kuberi tahu rahasia ya, dek. Kebanyakan masyarakat negara kita lebih peduli dengan nilai bagus, daripada sikap kalian yang bagus. Bukankah menyedihkan jika kalian anak-anak generasi bangsa yang pintar, tapi sayangnya tidak berbudi dan bertindak semena-mena? Aku akan sedih jika potensi hebat kalian menjadi tidak berguna karena kalian jahat dengan orang lain, mubazir. Jadi... Jangan lupa sering-sering baca buku, ya! Buku akan menyelamatkan kalian di kehidupan ini /ahzeg/. Percayalah, aku sudah merasakan, dek.
Untuk yang sedang dalam batas umur SMP-SMA, kalian akan merasakan keinginan besar untuk bebas dari segala kungkungan atau aturan-aturan orangtua. Rasanya kalian bukan anak kecil lagi, namun juga belum terlalu siap dengan kedewasaan. Rasanya, aneh. Setelah lama sekali berada di bawah tekanan orangtua, hanya bisa mengiyakan segala keinginan mereka, hanya bisa patuh tanpa bisa protes sedikitpun ketika kecil. Kini kalian sudah punya lingkup pergaulan sendiri, diperbolehkan main keluar rumah lebih lama. Bagaimana rasanya? Kebebasan adalah hal yang sangat seru, bukan? Membuat kalian ingin lebih, lebih, dan lebih lagi. Seperti candu. Kalian akan meminta kebebasan lebih pada kedua orangtua kalian. Akhirnya sampailah ke skenario dimana kalian akan sering beradu pendapat dengan mereka. Kalian merasa kalian sudah siap dengan dunia ini. Kalian punya pemikiran sendiri. Kalian punya teori sendiri. Kalian merasa kalian sudah cukup pintar untuk menaklukkan dunia ini. Tapi satu hal yang belum kalian punya, yang hanya dipunyai orangtua kalian masing-masing; pengalaman. Ekspektasi kalian akan dunia ini begitu besar. Tapi realita selalu berbicara lain, adik-adik. Dan orangtua kalian sudah hidup di planet ini lebih lama daripada kalian. Mereka sangat tahu hal tidak mengenakkan macam apa yang bisa terjadi pada kalian. Hidup itu penuh dengan kejutan. Kita tidak pernah tahu kejutan macam apa yang akan kita dapat, sebuah kue ulang tahun atau sebuah feses kuda. Orangtua kita hanya ingin melindungi kita dari hal-hal macam feses kuda. Bagi orangtua, meski kita sudah berumur, di matanya kita masih bayi. Yang perlu dituntun saat berjalan supaya tidak jatuh kemudian menyakiti diri lalu menangis. Mereka lakukan itu karena sayang kita. Tapi tetap saja, kita membandel. Kita sangat ingin kebebasan, kita jadi lalai bahwa orangtua kita sebenarnya hanya ingin yang terbaik untuk kita. Perbedaan pendapat akan sering terjadi, saranku adalah cobalah mengerti darimana dasar orangtuamu beropini. Lalu pikirkan opinimu, jelaskan pada mereka secara mendetail. Jangan lupa, dengan senyum. Jika mereka meninggikan suara mereka, kamu lembutkan suaramu. Jangan balas api dengan api, percuma. Jelaskan dengan pelan-pelan. Bilang juga bahwa, "Sekarang aku sudah mau dewasa. Aku harus mulai belajar menentukan pilihan hidupku sendiri. Aku juga akan belajar untuk bertanggung-jawab dengan pilihanku. Mama sama Papa ga usah khawatir, aku sudah menimbang pro dan kontra pilihanku ini. Lebih banyak manfaatnya daripada ruginya. Aku tidak merugikan siapapun jika aku melakukan ini. Jika aku gagal, aku akan belajar dari kegagalanku. Jika kalian terus mengkungkungku, aku tidak akan pernah belajar dari kesalahan. Padahal itulah kunci penting dalam hidup,". Jika memang tidak bisa juga, maka ikuti permintaan orangtuamu saja. Mungkin mereka lebih tahu daripada dirimu. Aku tahu rasanya kesal, tapi itu yang terbaik daripada orangtuamu kecewa dan tidak pernah menganggapmu anak lagi.
Jangan pernah lalai dengan sekolah juga, ya, adek-adekku yang cantik. Di masa ini, kalian akan mengenal yang namanya cinta. Well, bukan cinta juga, sih. Teman sebaya kalian akan sebut ini cinta, tapi sebenarnya yang sedang kalian rasakan pada lawan jenis ini disebut hasrat. Rasanya begitu menggelitik di perut, seperti ada kupu-kupu berterbangan setiap tanpa sengaja melihat kakak kelas yang kita kagumi lewat depan kelas kita. Senyumannya membuat kita merasa berada di tengah musim semi, bunga-bunga bermekaran dengan cantiknya. Warna-warni dan beragam. Tidak apa-apa. Ini wajar. Ini bukanlah sihir atau apapun itu. Aku tahu, rasanya sangat aneh dan tidak jelas. Tapi rasanya sangat membahagiakan juga, 'kan? Campur aduk. Semua kebingungan, rasa ingin tahu, kagum bergabung jadi satu. Seperti ada pelangi yang cahayanya mengisi tiap ruang di hati kita. Untuk sementara waktu, pikiran kalian akan selalu memikirkan satu orang yang kalian kagumi ini. Sampai di poin dimana kalian akan merasa jengkel. Padahal hati dan pikiran ini milik kita, tapi susah sekali dikendalikan supaya tidak memikirkan orang itu. Bahagialah, dek. Pertama kali merasakan hasrat atau cinta-cintaan ini, adalah bagian yang paling susah dilupa. Setelah ini, jika kalian jatuh cinta lagi, rasanya tidak akan sama lagi. Tidak seseru di awal lagi.
Di masa ini, kalian harus berhati-hati. Kalian banyak baca berita tentang hamil di luar nikah, 'kan? Akhirnya banyak yang harus nikah dini. Padahal secara umur biologis maupun usia mental, belum siap. Kalian sebagai perempuan harus benar-benar menjaga diri kalian. Jaga mahkota kalian. Kalian sudah dibiayai mahal-mahal sekolah oleh orangtua supaya kalian sukses, mereka banting tulang, kerja siang malam bercucuh keringat supaya masa depan kalian bagus. Bukankah jika kalian menikah dini dan sudah tidak punya mahkota semua pengorbanan kerja mereka dan pengorbananmu belajar sia-sia? Mimpi kalian akan terhambat. Tentu kalian tidak mau 'kan? Kalian masih ingin membantu anak-anak jalanan, kan? Kalian masih ingin jadi relawan UNICEF, kan? Kalian masih ingin jadi HRD profesional, 'kan? Kalian masih ingin jadi dokter, kan? Kalian masih ingin masuk parlemen dan memperbaiki negara yang bobrok ini, kan? Bagaimana itu bisa dilakukan jika kalian di rumah sudah ada pekerjaan sendiri? Kecuali jika pilihan kalian hanya ingin menjadi ibu rumah tangga, ya tidak apa-apa. Pekerjaan ibu rumah tangga juga tidak kalah mulia dari dokter :)
Tapi alangkah lebih baik jika kalian punya profesi tetap. Karena, misal, jika kalian bercerai dengan suami kalian karena suami kalian selingkuh, kalian tidak akan merasa begitu putus asa. Kalian masih bisa membiayai hidup kalian sendiri. Kalian tidak perlu terus-terusan bertahan, berada di dalam pernikahan, merasa sakit hati tiap jam/menit/detik karena kalian takut jika tanpa suami kalian tidak punya seseorang yang bisa dijadikan pegangan. Kembali pada orangtua? Kalian hanya akan jadi beban bagi mereka yang sudah tua, kedua orangtua kalian yang seharusnya istirahat menikmati masa tua. Kalian tidak kasian? Profesi sangatlah penting. Itulah kenapa dari awal aku selalu mewanti-wanti agar kalian sekolah dengan benar. Pekerjaan kalian juga akan membantu meringankan pekerjaan suami kalian. Kalian juga bisa bekerja sambil mengurus anak di zaman sekarang. Tidak ada yang tidak mungkin.
Perempuan itu istimewa. Jangan rusak diri kalian, ya. Kalian spesial. Mungkin juga di masa SMP/SMP ini, kalian akan selalu merasa kurang. Kurang cantik, kurang kurus, kurang gemuk, kurang berisi. Selalu mengeluh, "kurang,". Jika kalian merasa seperti itu kalian tidak sendiri. Teman-teman perempuanku, bahkan aku sendiripun selalu merasa kurang. Tapi aku selalu heran dengan teman-temanku yang berkata "Aku gendut banget, yak?", karena yang kulihat dia kurus. Atau berkata, "wajahku jelek banget sih, gak proporsional" padahal dia cantik. Atau aku yang selalu mengeluh, "Astagfirullah, ini hidung apa semut? Pesek amat sampe kalo ngeliat butuh mikroskop". Tapi temanku bilang aku cantik. Setiap ada orang yang bilang aku cantik, aku selalu mengelak, "Halah, you're just trying to be nice. Thanks though, aamiin". Sampai ada seorang temanku yang membalas elakanku sampai aku seolah merasa tertampar, "Kamu terlalu sering melihat wajahmu, Lav. Kamu ga tau betapa cantiknya kamu di mata orang asing,". Aku jadi mikir, apa iya? Lalu aku teringat teman-temanku yang lain, yang juga mengeluh. Di mata mereka, mereka selalu kurang. Tapi ketika aku lihat mereka, mereka sudah cukup seperti apa adanya mereka. Dan I love my friends just the way they are. Mereka cantik-cantik banget, tapi mereka tidak percaya. Jadi, ya... You are so used to your features, dek. You don't know how beautiful you look to a stranger. Selalu berpikiran positif juga, ya! Itu akan bantu kamu banget dalam menyikapi semua hal yang terjadi di hidupmu.
- Salam, xoxo
Lavida

5/08/2019

Pembalasan Dendam dengan Metode Manipulasi Emosi

Mei 08, 2019 3 Comments

I've always thought I could commit the perfect murder. People who get caught, it's because they don't have the patience; they refuse to plan.
Malam ini, tanggal delapan bulan Mei tahun dua ribu sembilan belas, baru saja aku melihat wawancara terakhir dari psikopat terkenal bernama Ted Bundy yang sudah dieksekusi mati dengan kursi listrik tahun 1989. Laki-laki ini begitu tampan, mempesona, tutur bicaranya berwibawa, dan dia pintar. Siapa sangka bahwa dia telah membunuh kurang lebih 100 perempuan muda dan mengkoleksi tiap kepala korbannya bagai barang antik di museum? Bagaimana bisa dia melakukan pembunuhan terus-menerus tanpa tertangkap? Mudah saja. Karena dia memikirkan rencana, dan sedikit taktik licik bernama manipulasi emosi.
Ted tahu ia berkharisma, ia tahu ia tampan dan perempuan akan memujanya. Tipikal psikopat, tidak punya emosi dan rasa bersalah. Ia membunuh para korbannya dengan cara berpura-pura memakai gips di tangannya supaya terlihat dia sedang dalam kondisi lemah, lalu dia meminta para korbannya untuk memindahkan barang-barangnya supaya dimasukkan ke mobilnya. Tentu saja perempuan yang tidak tahu apa-apa akan membantunya. Ada seorang lelaki tampan yang butuh bantuan, apalagi tangannya sedang lumpuh, bagaimana bisa kamu tidak simpatik? Maka para perempuan itupun membantu membawakan barang dan meletakkan di mobil. Namun yang mereka tidak tahu, saat mereka meletakkan di mobil, Ted langsung memukul kepala korbannya dengan benda tumpul, si korban tidak sadar, lalu Tedpun membawa korban ke tempat eksekusinya.
Metode yang dilakukan Ted dinamakan dengan manipulasi emosi. Lalu kunci penting dari manipulasi emosi adalah dengan memainkan sebuah persepsi. Para psikopat di luar sana sangat ahli dalam hal ini. Bahkan tokoh villain favoritku, Joker, juga sering sekali menggunakan metode ini untuk melemahkan emosi Batman, nama taktiknya adalah aporia. Namun ini akan dijelaskan di artikel berbeda.
Persepsi adalah tindakan menyusun informasi-informasi untuk menggambarkan suatu hal. Mudah saja bagi psikopat untuk melakukan ini. Mereka tidak punya emosi, berdarah dingin, dan tidak mudah gugup. Sering kali, psikopat begitu mudah melewati tes alat deteksi kebohongan milik para detektif karena saking tenangnya mereka saat berbohong.
Kita bisa membuat persepsi supaya seseorang membenci satu sama lain, dengan taktik manipulasi emosi. Buatlah sebuah kebohongan-kebohongan kecil, tapi penting untuk diingat, buatlah kebohongan dengan beberapa bukti kecil.
"Tunggu, bagaimana bisa kita memberi bukti saat kita berbohong? Berbohong tidak bisa ada bukti," sahut seseorang di ujung lautan /buset/. Baiklah, supaya lebih gampang, biar kuberi contoh sebuah kasus :
Perkenalkan semuanya. Aku adalah seorang anak SMA, umur 16 tahun. Seorang perempuan, panggil saja Cool Girl. Aku memiliki seorang kekasih, sebut saja hujan. Aku sangat mencintainya, aku rela mati untuknya. Hubungan kami sudah berjalan selama 2 tahun. Begitu banyak yang telah kukorbankan untuknya, segala hal yang kupunya adalah miliknya. Maka segala hal miliknya adalah milikku.
Suatu pagi kutemukan ponselnya tergeletak begitu saja. Ada sebuah pesan masuk. Dengan santai kubuka lalu kubaca pesan itu, "Hujan, tidak sabar rasanya untuk kita bertemu sebentar lagi. Jangan lupa pakai hadiah jam tangan yang kuberi ya! Love u," dari cinta. Cinta? Siapa Cinta? Aku bingung untuk sementara waktu, sampai kemudian kudengar kenop pintu kamar mandi diputar. Segera kuletakkan ponsel hujan di tempat asal dan aku berpura-pura membaca novel.
Hujan yang tidak tahu apapun segera duduk di sampingku dan mengambil ponselnya. Dengan kening berkerut lalu tersenyum, kulihat ia membaca pesan itu. Aku bertanya, "Dari siapa? Sepertinya kamu begitu senang,". Senyumnya langsung memudar, "bukan urusanmu," jawabnya dingin lalu beranjak. "Aku akan menjenguk ibuku di rumah sakit. Jaga rumahku, will you?" ujarnya lagi. "Is it so? Tidak bisakah aku ikut? Aku rindu ibumu," aku berusaha membujuk, dibalik itu, aku tahu dia berbohong. "Aku hanya sebentar. Percayalah, di rumah sakit akan membuatmu bosan. Aku pergi dulu," ia beranjak lalu memutar kenop pintu menuju ke luar rumah, dengan jelas kulihat jam tangan hitam asing bertengger di lengannya.
Diam-diam aku membuntuti hujan. Ia masuk ke sebuah cafe. Aku hanya bisa mengamati dari luar, kulihat seorang perempuan menyambutnya, memberinya sebuah pelukan hangat. Itukah cinta? Cantik sekali. Dan aku benci bagaimana ia bersikap sok manis dengan senyum palsunya berusaha menarik kekasihku dalam jebakannya. Setengah jam kemudian, merekapun keluar dari cafe itu. Di luar cafe mereka memberi salam perpisahan sebentar. Kudapati kekasihku mencium kening perempuan itu dan mengusak rambutnya, hal manis yang dulu sering ia lakukan padaku. Namun sekarang, hujan begitu dingin. Sepertinya aku sudah digantikan. Tidak akan kubiarkan. Hanya aku yang berhak dicintai hujan dan hanya aku yang berhak mencintai hujan. Aku harus melakukan sesuatu.
Akupun mempersiapkan sebuah skenario drama, sebuah cerita dengan persepsi baru yang sesungguhnya tidak benar. Aku memiliki sebuah keluarga yang tercerai-berai. Ayah monster dan ibu cacat mental. Aku tinggal dengan ibuku sekarang, ayah entah kemana, aku tidak peduli. Ibuku cacat mental, setiap hari aku harus mengurusinya. Aku tidak merasa terbebani, ibuku adalah aset berhargaku. Aku bisa melakukan apapun yang kumau, dengan ia kujadikan alasan alibi segala drama yang kubuat. Dengan ia yang tidak akan bisa protes karena ia cacat, bukankah ini sempurna?
Malam itu, aku menelpon hujan yang tidak segera pulang. "Hujan, kamu dimana? Cepatlah pulang. Aku membutuhkanmu,". Awalnya ia bersikeras menolak, namun dengan nada rendah dan seperti sesenggukan, aku mencoba membujuknya. Tak lama kemudian, akhirnya aku dapati hujan pulang. Ia begitu saja melewatiku seolah tidak melihatku, menuju ke kamarnya begitu saja. Akupun mengikutinya, kemudian dengan tiba-tiba memeluknya. Seperti biasa, ia segera menepisku. Rasa cintanya sudah pudar, aku sadar, dan hal ini tidak bisa dibiarkan. Akupun menangis, hampir meraung-raung begitu keras. Jeritanku seolah bisa membelah malam. Tangisku bercucuran. Dan tentu saja, si simpatik hujan dengan jiwa ksatrianya segera mendatangiku. Ia hampir berteriak padaku, "What the f*ck is wrong with you? Tenanglah, ada apa? Ceritakan padaku."
Aku tersenyum dalam hati, berhasil. Begitu mudahnya memanipulasi orang bodoh macam dia, seseorang yang lemah hanya karena melihat kesedihan orang lain. Dengan sesenggukan, akupun bercerita, "Tadi aku pulang sebentar dan ibu memukuliku. Sakit sekali, hujan... Aku takut. Ibu menjadi mengerikan sekarang. Tolong aku, aku takut... Jangan tinggalkan aku lagi." bohongku sembari menunjukkan luka-luka memar keunguan di tubuhku. Hujan mengiba, ia memelukku dan menenangkanku. Aku bercerita banyak skenario lagi, semua hanyalah kebohongan. Dan malam itu, hujan yang seharusnya kencan dengan cinta selingkuhannya, memilih untuk menemaniku.
Fakta yang sebenarnya adalah luka-luka memar di tubuhku akibat diriku sendiri. Kutemukan palu di garasinya. Lalu aku ke kamar mandi. Kujejalkan kain ke mulutku. Lalu kuhantamkan palu itu ke lututku, ke keningku, ke sekitar bibirku, ke buku-buku jariku. Aku menjerit namun suaraku teredam kain yang ada di mulutku. Sakit sekali, namun bukankah untuk segala hal yang diinginkan, harus ada pengorbanan yang dilakukan? Lalu aku mengambil laptop yang ada di tasku. Aku baringkan diriku di atas kasur, kemudian kuangkat tinggi-tinggi laptopku, lalu kulepaskan peganganku dari laptop dan kubiarkan laptop itu jatuh ke wajahku begitu saja. Kulihat benjolan di sekitar pelipisku. Bukti kebohongan untuk memperkuat alibiku selesai, persepsi hujan dari aku yang merupakan kekasih tidak berguna yang akan ia damprat telah berubah menjadi kekasih yang harus dilindungi dan dikasihani. Kelemahannya adalah melihat orang lain sengsara, maka itu adalah senjataku.
Setiap hujan akan menemui selingkuhannya, aku akan selalu menciptakan skenario baru. Aku sudah mempunyai rencana lagi, yaitu membunuh ibuku dan membuat seolah ibuku overdosis karena terlalu bodoh menelan pil cacat mentalnya yang dianggap permen. Maka dengan itu, hujan tidak akan pernah sanggup meninggalkanku. Selamanya ia akan berada di bawah kontrolku. Dia pikir dia bisa dengan mudahnya mengkhianatiku kemudian berbahagia selamanya dengan selingkuhannya? No f*cking way.
Orang-orang seperti Cool Girl tidak punya perasaan. Mereka melakukan sesuatu karena mereka merasa puas saat mendapatkan sebuah kontrol. Rasanya seperti mereka adalah Tuhan, bisa mengatur takdir atau sebuah jalan cerita. Untuk mereka, rasanya sangat memuaskan, mereka kecanduan. Mereka tidak akan segan-segan membunuh diri mereka sendiri, lalu menulis surat wasiat yang isinya bahwa ia mencintaimu. Lalu di surat itu, ia tuliskan bahwa alasannya memutuskan bunuh diri dikarenakan kamu memukulinya dan telah memperkosanya, mungkin. Padahal kamu hanya selingkuh. Ia akan membuatmu manusia paling buruk, membuatmu mendekam di penjara dan membuatnya seolah manusia tidak tahu apapun yang telah disakiti olehmu. Mereka menikmati dimana mereka membuat skenario untuk menghukummu, seorang hambanya yang tidak taat dan memujanya seperti dulu.
Yup, crazy. Aku pernah menemukan seseorang seperti si Cool Girl di dunia nyata. Dia gila. Dia membuat orang-orang di sekitarnya seperti sebuah boneka wayang yang bisa ia suruh sesuai keinginannya, dengan membuat sebuah persepi bahwa dia begitu menyedihkan dan lemah. Gilanya lagi, tidak banyak orang yang sadar bahwa mereka dikendalikan olehnya. Karena Cool Girl sangat kharismatik. Dia cantik. Dan dia pintar. Tapi dia gila. Jadi, hati-hati untuk kalian, para pembaca di luar sana. Stay safe!

4/30/2019

Cara Survive untuk Para Minoritas: Introvert

April 30, 2019 1 Comments
Yes, I am introvert. No, I don't hate people.
Introvert adalah kepribadian seseorang yang lebih cenderung kepada perasaan dan pikirannya sendiri daripada berinteraksi dengan orang lain. "Oh, mereka anti sosial ya?" tanya seorang pembaca. Tidak, sayangku. Anti sosial dan introvert adalah dua hal yang sangat berbeda. Anti sosial merupakan gangguan psikologis, masuk dalam gangguan kepribadian. Definisinya yaitu gangguan yang ditandai dengan perilaku yang tidak peduli atau melanggar hak asasi orang lain secara berkepanjangan. Introvert adalah cara bagaimana mereka memilih dalam mengekspresikan diri mereka. Kebalikan dari introvert adalah ekstrovert. Menurut penemu teori kepribadian, Carl Jung, introvert dan ekstrovert dikelompokkan masing-masing dari bagaimana mereka berinteraksi dengan dunia luar.
Secara umum, ekstrovert mendapatkan energi dengan cara berinteraksi dengan orang lain, dalam masa yang cukup besar. Mereka manusia dengan kepribadian terbuka, senang bergaul, serta memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitar mereka.
Sementara introvert di sisi lain, mendapatkan energi dengan menyendiri. Mereka cenderung lebih pendiam dan tertutup, suka merenung, dan fokus pada pikiran mereka sendiri daripada lingkungan sekitar. Mereka suka berbicara dengan empat mata, atau perorangan. Mereka jarang ditemukan dalam situasi yang mengharuskan mereka bersosialisasi dalam sebuah kelompok besar. Karena bersosialisasi dengan banyak orang akan menghabiskan energi mereka, membuat mereka lelah. Berbeda sekali dengan para ekstrovert yang butuh bersosialisasi dengan banyak orang agar energi mereka terisi, yang malah merasa lelah ketika sendirian.
Keunggulan dari introvert adalah merupakan pendengar yang baik, cenderung analitis, dan akan mengobservasi seluruh kepribadianmu dalam waktu lima menit hanya dengan berbicara pada mereka untuk sementara waktu. Tidak heran mengapa introvert tidak memiliki banyak lingkup pergaulan luas, namun memiliki 2-3 sahabat yang setia dengan mereka.
Kekurangan introvert adalah mereka mudah dijudge dengan orang-orang yang umumnya ekstrovert, seringnya dianggap sombong. Karena mereka tipe orang deep. Mereka tidak suka berbicara topik dangkal yang umumnya disukai banyak orang karena mudah dibahas, misalnya bergosip. Mereka tipe manusia yang sangat memilih lingkaran pertemanannya. Mereka lebih suka membahas permasalahan berat, yang lebih menguras pikiran. Karena dengan berpikir, akan membuat energi mereka terisi. Berkebalikan sekali dengan ekstrovert. Ditambah lagi fakta bahwa introvert hanya 25% dari populasi dunia, sedangkan 75% adalah ekstrovert. Privilage mayority, sepertinya ekstrovert adalah kenormalan dan introvert adalah keabnormalan. Do you our struggle as an introvert, dear extrovert?
Sebagai introvert, dulu aku sering disalah-pahami sebagai sombong. Sombong dan misterius, sudah seperti kombinasi dari nama keduaku. Ingat sekali dulu aku dijuluki, 'Lavida si misterius A6' oleh temanku karena aku tidak pernah menunjukkan kepribadianku di hadapan teman-teman sekelasku saat kelas 10, tepatnya di kelas 10 IPA 6. Sejujurnya aku suka dijuluki misterius, keren aja gitu, hehe. Nobody know who you really are, means nobody know your weakness.
Namun perlahan aku menyadari bahwa banyak juga orang yang salah paham dan menganggapku sombong, mereka berpikir aku tidak mau terbuka pada mereka karena tidak mau berteman dengan mereka. Aku kecewa awalnya, ternyata mereka tidak bisa paham padaku. Tapi aku sadar, mereka tidak mengalami struggleku as an introvert. Jadi akupun berusaha berubah menjadi introvert yang bisa bersosialisasi sekarang.
Tidak, kok. Asumsimu salah, kawan. Aku ingin berkawan dengan kalian semua. Sejujurnya aku iri dengan para ekstrovert yang bisa mudah beradaptasi dengan lingkungan, bahkan sekolah kita didesain untuk para ekstrovert, berdiskusi dan kelompok contohnya. Tapi kepribadianku terbentuk sebagai sosok introvert, yang untuk survive dalam hidup harus memilih lingkup pertemanan dengan pemikiran sama. Jika tidak ada kesamaan dari kalian pada kami, kami bingung harus membahas topik macam apa. Awkward moment kills me, man. Dan ketahuilah bahwa kami adalah tipe pemikir. Cenderung overthinking. Akan sangat berat bagi kami terjebak dalam situasi canggung dengan seseorang yang berbeda pola pikir.
Dulu aku begitu takut untuk menatap mata orang lain saat berbicara. Aku lebih suka diam di kamar, menyender tembok, menulis segala hal yang kulalui, lalu menyimpulkan pelajaran apa saja yang telah terjadi di hari tersebut. Sosialisasi membuatku sangat lelah. Dulu pernah ikut acara colour run bersama teman SMPku, begitu banyak orang di sana. Hanya 5 jam. Namun pulangnya aku segera ke kasur dan tidur 12 jam lebih saking lelahnya. Padahal aku tidak terlalu banyak beraktivitas. Hanya berada di kerumunan membuatku stres dan lelah. Keramaian membuatku merasa sepi dan hampa, tapi kesendirian membuatku utuh dan tenang. Aneh, ya.
Namun semakin aku beranjak dewasa, aku menyadari bahwa manusia makhluk sosial. Jika tidak berinteraksi dengan orang lain, kita juga akan susah untuk bertahan di dalam kehidupan yang kejam ini. Kita harus bekerja-sama. Apalagi di Indonesia dengan budaya ketimurannya, aku diwajibkan untuk bersosialisasi. Maka aku belajar menjadi manusia yang terbuka. Mulai interest pada orang lain. Mulai berani membuka pembicaraan. Mulai beradaptasi dan berkamuflase seperti ekstrovert yang bisa dengan mudah mencari topik umum. Namun tetap, caraku mengisi energi adalah dengan sendirian dan berpikir tentang segala macam topik yang deep. Bersosialisasi tetap menghabiskan energiku. Namun tetap, sosialisasi penting. Jadi harus balance, intinya. Keseimbangan itu kunci nomor 1. Jika ada sisi yang berat sebelah tidak bagus juga.
Tahu istilah INFP? Ini merupakan salah satu tipe kepribadian dari 16 kepribadian dari tes psikologi milik Myers-Brigg. Aku adalah INFP. Di tes pertama, aku mendapatkan INFP, yang kedua INFJ. Tes lagi, mendapat INFP. Apa sih INFP? Apa sih INFJ?
INFP adalah akronim dari;
Introvert : Sudah tahu apa artinya, 'kan? Tipe orang yang pemikir dan susah terbuka.
iNtuitive (Intuisi) : Mereka menyimpulkan sesuatu lewat intuisi.
Feeling (Perasaan) : Mereka melihat masalah dengan perasaan.
Perceiving (Terbuka) : Mereka cenderung terbuka dengan perubahan baru.
Apa bedanya dengan INFJ? INFJ hampir sama dengan INFP, hanya saja P diubah menjadi J. INFJ merupakan akronim dari;
Introvert
iNtuitive (Intuisi)
Feeling (Perasaan)
Judging : Mereka cenderung sulit beradaptasi dengan perubahan baru.
Di tes tersebut, Perceivingku 58%, sedangkan Judgingku 42%. Hampir ditengah antara INFP atau INFJ. INFP dan INFJ termasuk kepribadian langka. Populasi INFP hanya 4%-5% di dunia, sedangkan populasi INFJ hanya 3% di dunia. Dalam hati aku bergumam, "Oh, pantesan aku merasa susah sekali mengerti orang lain atau dimengeri orang lain,". Ternyata memang pola pikirku langka, makanya juga banyak yang salah paham, hm. Sedih. Tokoh-tokoh terkenal dengan kepribadian INFP yang kebetulan idolaku adalah William Shakespear, Johnny Depp, J.K Rowling, Vincent Van Gogh, Edgar Allan Poe, Heath Ledger (Jokerkuuu). Sedangkan tokoh-tokoh terkenal dengan kepribadian INFJ yang kuidolakan adalah Nelson Mandela, Mother Teresa, Morgan Freeman, Mahatma Gandhi, Marthin Luther King. Mereka semua idola-idolaku 
Ciri-ciri INFP (Mediator/Idealis) :
Kepribadian Mediator adalah idealis sejati, selalu mencari celah kebaikan bahkan pada orang atau kejadian terburuk sekalipun, mencari cara untuk membuatnya menjadi lebih baik. Walaupun mereka mungkin dirasa pendiam, tidak ramah, bahkan pemalu, Mediator memiliki api dan semangat di dalam dada yang benar-benar dapat bersinar. Mencapai 4% dari populasi, sayangnya, risiko merasa salah dipahami cukup tinggi bagi tipe kepribadian Mediator – tetapi jika mereka menemukan orang yang memiliki kecenderungan yang sama untuk diajak berbicara, keharmonisan yang mereka rasakan akan menjadi sumber kesenangan dan inspirasi.Mediator dipandu oleh prinsip mereka, bukan oleh logika, kegembiraan, atau kepraktisan. Saat menentukan cara untuk bergerak maju, mereka akan memperhatikan kehormatan, keindahan, moralitas dan nilai – Mediator dipimpin oleh kemurnian iktikad mereka, bukan penghargaan dan hukuman. Orang yang memiliki tipe kepribadian Mediator bangga dengan kualitas ini, dan memang demikian, tetapi tidak semua orang memahami pendorong dibalik perasaan itu, dan itu dapat menyebabkan pengucilan.
Kita Tahu Siapa Kita, tetapi Tidak Tahu Akan Jadi Apa Kita
Dalam bentuk terbaiknya, kualitas ini memungkinkan orang dengan tipe kepribadian Mediator berkomunikasi secara mendalam dengan orang lain, mudah berbicara menggunakan metafora dan perumpamaan, dan memahami dan menciptakan simbol untuk menyampaikan ide mereka. Kekuatan gaya komunikasi intuitif ini sangat memungkinkan untuk berkecimpung di pekerjaan kreatif, dan tidak mengherankan jika banyak Mediator terkenal adalah pujangga, penulis dan aktor. Memahami diri dan tempat mereka di dunia ini merupakan hal yang penting bagi kepribadian Mediator, dan mereka menjelajahi ide ini dengan menonjolkan diri dalam pekerjaan mereka.Mediator memiliki bakat untuk mengekspresikan diri, memperlihatkan keindahan dan rahasia mereka melalui mefora dan karakter fiksi.Kemampuan mediator dalam berbahasa tidak hanya dalam bahasa ibu mereka, tetapi – mereka dianggap berbakat dalam hal mempelajari bahasa kedua (atau ketiga!). Bakat berkomunikasi juga memungkinkan tercapainya keinginan Mediator untuk menggapai keharmonisan dan membantu kepribadian ini untuk bergerak maju memenuhi panggilan mereka. 
Mendengarkan Banyak Orang, tetapi Berbicara Sedikit 
Tidak seperti tipe kepribadian yang lebih sosial, Mediator akan memfokuskan perhatian mereka hanya kepada beberapa orang, satu aksi bermanfaat – diketahui hanya sedikit orang, mereka akan kehabisan energi, dan bahkan menjadi sedih dan bingung oleh semua keburukan dunia yang tidak dapat mereka perbaiki. Ini menjadi pandangan yang menyedihkan bagi teman Mediator, yang akan datang tergantung pada pandangan mereka yang penuh harapan.Jika mereka tidak berhati-hati, Mediator dapat kehilangan diri dalam petualangan mereka selamanya dan mengabaikan pemeliharan kehidupan sehari-hari. Mediator seringkali terhanyut dalam pikiran yang dalam, menikmati kontemplasi hipotetis dan filosofis lebih dari tipe kepribadian apa pun. Jika tidak dihentikan, kepribadian Mediator dapat kehilangan sentuhannya, menarik diri menjadi “pertapa”, dan itu akan menghabiskan banyak energi dari teman dan pasangan untuk membawa mereka kembali ke dunia nyata.Untungnya, seperti bunga di musim semi, pengaruh, altruisme dan idealisme Mediator akan selalu kembali, memberi ganjaran bagi mereka dan orang yang mereka cintai mungkin bukan dengan logika dan manfaat, tetapi dengan pandangan dunia yang menginspirasi belas kasihan, kebaikan hati dan keindahan di mana saja mereka berada.
Ciri-ciri INFJ (Advokat) :
Tipe kepribadian Advokat sangat jarang, mencapai kurang dari satu persen populasi, tetapi bagaimanapun juga membawa pengaruh di dunia. Mereka memiliki rasa idealisme dan moralitas sejak lahir, tetapi yang membedakan mereka dengan tipe kepribadian idealistik lainnya adalah ketegasan dan tekad mereka – Advokat bukan pemimpi yang malas, tetapi orang yang mampu mengambil langkah nyata untuk mewujudkan tujuan mereka dan meinggalkan dampak positif yang abadi.Advokat cenderung berpendapat membantu orang lain itu adalah tujuan hidup mereka, tetapi walaupun orang dengan tipe kepribadian ini dapat ditemukan terlibat dalam upaya penyelamatan dan melakukan kerja amal, gairah mereka yang sebenarnya adalah mendapatkan inti masalah sehingga orang tidak memerlukan penyelamatan sama sekali. 
Membantu Saya Membantu Anda 
Advokat memang memiliki kombinasi ciri yang sangat unik: walaupun lemah lembut, mereka memiliki pendapat yang sangat kuat dan akan berjuang tanpa lelah mempertahankan ide yang mereka yakini. Orang dengan tipe kepribadian ini tegas dan berkemauan keras, tetapi akan jarang menggunakan energi itu untuk keuntungan pribadi – Advokat akan bertindak dengan kreativitas, imajinasi, iktikad dan sensitivitas bukan untuk menciptakan keuntungan, tetapi untuk menciptakan keseimbangan. Egalitarianisme dan karma merupakan ide yang sangat menarik bagi Advokat, dan mereka cenderung percaya bahwa tidak ada yang akan membantu dunia begitu banyak sebagaimana penggunaan cinta dan belas kasih untuk melembutkan hati para tiran.
Advokat merasa mudah membangun hubungan dengan orang lain, dan memiliki bakat untuk menggunakan bahasa yang hangat dan sensitif, berbicara dalam istilah manusia, alih-alih menggunakan logika dan fakta murni. Masuk akal jika teman dan kolega mereka akan berpikir sebagai orang yang secara relatif memiliki kepribadian sosial, tetapi mereka akan sangat ingat bahwa Advokat perlu waktu sendiri untuk melepaskan tekanan dan memulihkan tenaga, dan tidak menjadi terlalu heran jika tiba-tiba mereka menarik diri. Advokat sangat peduli terhadap perasaan orang lain, dan mereka berharap perlakukan yang sama – terkadang itu berarti memberi mereka ruang yang mereka perlukan selama beberapa hari. 
Hidup untuk Memperjuangkan Hari Lain 
Meskipun begitu, sangat penting bagi kepribadian Advokat untuk ingat memerhatikan diri sendiri. Gairah iktikad mereka sangat mampu membawa mereka melewati titik yang sangat sulit dan jika semangat mereka tidak dapat dikontrol, mereka akhirnya merasa lelah, tidak sehat dan tertekan. Ini menjadi sangat jelas terlihat saat Advokat mendapati dirinya berhadapan dengan konflik dan kritik – sensitivitas mereka memaksa mereka melakukan apa saja yang dapat mereka lakukan untuk menghindari hal yang terlihat sebagai serangan pribadi ini, tetapi keadaan ini sulit dihindari, mereka dapat melawan dengan cara yang tidak masuk akal dan tidak berguna.Bagi Advokat, dunia adalah tempat yang penuh dengan ketidakadilan – tetapi seharusnya tidak seperti itu. Tidak ada tipe kepribadian lain yang lebih cocok untuk menciptakan gerakan untuk memperbaiki yang salah, tidak masalah seberapa besar atau kecil. Advokat hanya perlu ingat bahwa walaupun mereka sibuk mengurus dunia, mereka juga perlu mengurus diri sendiri.
Introvert sekali ya diriku. Sampai tes berkali-kali saja terus mendapatkan INFP/INFJ, tidak pernah E. Jadi, bagaimana caranya survive sebagai introvert? Well, I don't really know how to do it actually. Just learning by doing, saja. Setiap orang pasti memiliki caranya mencapai suatu target masing-masing. Lagipula kita manusia yang masih belajar. Jika salah, maka ya perbaiki sampai benar. Nanti juga menemukan jawabannya.
Cara mencari topik umum untuk memulai pembicaraan adalah perluas pengetahuanmu. Cari saja di YouTube tentang pembahasan, baca banyak berita, lebih sering menonton televisi, dan lain-lain. Tapi pastikan untuk mengerti fakta yang kamu bicarakan, supaya jatuhnya tidak gosip. Dan uniknya, aku menemukan aku lebih fasih berbasa-basi dengan bahasa Inggris daripada lewat bahasa Indonesia. Lalu lebih mudah bercanda dengan bahasa Korea daripada bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia. Aku tidak tahu alasan ilmiah dibaliknya, namun itu terjadi padaku.
Oh iya, salah satu keberhasilan utamaku untuk berkamuflase menjadi ekstrovert adalah karena aku mau belajar. Jadi paksakan dirimu, pasti bisa 'kok. Nanti ke-kaku-anmu akan berkurang dan lebih santai saat berbicara dengan orang lain. Jangan lupa untuk mengobservasi para orang-orang di sekitarmu, kepolah. Lalu dengarkan topik seperti apa yang mereka bicarakan, lalu ikutlah berbincang. Awalnya mungkin canggung, namun lama-lama akan terbiasa.
Dulu aku pernah ke Jogja sendirian dengan menaiki kereta dari stasiun Madiun. Di kereta tempat duduknya berhadap-hadapan, dengan orang asing yang sama sekali tidak kukenal. Lama kami hanya duduk berhadap-hadapan tanpa berbincang. Ia sibuk dengan ponselnya, pun denganku yang sibuk dengan buku di genggamanku. Lalu tiba-tiba orang itu memecah keheningan, "Mau kemana, dek?" tanyanya pelan. Aku sedikit kaget. Lebih tepatnya, bingung karena tiba-tiba diajak ngobrol dengan orang yang sama sekali tidak kukenal. Mencoba ramah, dengan senyum ku membalas "Mau ke Jogja, mbak. Mau ke tempat saudara. Kalau mbaknya?" tanyaku balik. "Aku juga mau ke Jogja, dek. Kuliah di sana," jawabnya. Aku mengangguk-anggukkan kepala. Diam beberapa menit. Lalu akupun mencoba kepo, "Kuliah dimana, mbak?" ujarku. "Di ****, dek. Kamu kelas berapa, sih?" tanya orang tersebut balik. "Kelas 12, mbak. Sebentar lagi USBN, hehe.". "Oh, lagi sibuk, dong. Kok malah liburan?". "Hehe, mumpung masih ada waktu, mbak. Mbaknya semester berapa?". "Baru tahun ini aku kuliah, dek. Kamu namanya siapa? Dari tadi belum kenalan,". Dan blablabla... Pembicaraan tersebutpun berlanjut sampai akhirnya ke tempat tujuan, Jogja. Kami berbincang banyak hal. Dari politik, sistem sekolah, negara, bahkan membicarakan kereta yang kami tumpangi. Sampai sekarang, aku masih memiliki akun Line dari orang tersebut dan terkadang masih sering berbalas pesan menanyakan kabar. Kupikir berkenalan dengan orang asing akan sangat susah. Ternyata jika dilakukan, dan saat kupaksakan untuk keep the conversation going, itu tidak terlalu susah. Hanya kitanya saja yang mau untuk bersosialisasi atau tidak. Semua overthinkingkupun hilang seketika. Sekarang aku lebih berani membuka topik dengan orang yang tidak kukenal. Jadi, kuncinya adalah kemauan, perluas pengetahuan, kepo, dan lakukan. Itu yang paling penting. Semangat berubah menuju pribadi lebih baik, kawan!

Pandanganku Tentang LGBTQA+ sebagai M̶u̶s̶l̶i̶m̶ Manusia di Indonesia

April 30, 2019 1 Comments

Tunggu, LGBTQA+? Apa itu? Baru pertama kali mendengar akronim tersebut? Atau sudah tahu dan memilih untuk segera menutup artikel ini karena kalian anggap mereka kaum tidak bermoral, tidak berkodrat, menjijikkan, dan patut untuk dibenci? Atau malah kalian mensupport mereka?
LGBTQA+ adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Bisexual, TransQueer, dan Ally. Gimana? Sudah paham? Ataukah lebih bingung lagi? Dan kenapa ada simbol '+'nya? Baiklah, karena aku baik dan supaya menghemat kuota paket internet kalian, maka akan kujelaskan di sini.
Pertama, L untuk lesbian. Seharusnya, beberapa dari kalian sudah tahu ini istilah untuk hubungan cinta jenis apa. Mereka yang lesbian ini memiliki rasa tertarik secara romantik kepada sesama gendernya, antara perempuan dan perempuan. Yang kedua, G untuk gay. Mereka juga memiliki rasa tertarik kepada sesama gendernya, namun antara laki-laki dan laki-laki. Yang ketiga, B untuk bisexual. Mereka bisa tertarik ke semua gender, ke yang sesamanya dan juga ke opposite gender, namun tidak tertarik pada trans. Yang keempat, T untuk trans. Trans ini ada tiga macam; transgender, trans-seksual, dan transvestite. Transgender adalah keadaan dimana orang ini merasa dia terjebak di tubuh yang salah. Misal, si trans ini secara fisik adalah laki-laki. Punya jakun, punya kumis, dan lainnya. Namun ia merasa ia tidak seperti laki-laki pada umumnya. Ia tidak suka bola, ia suka warna pastel, ia suka make up, dan hal lain yang berdasarkan norma seharusnya disukai perempuan. Lalu untuk trans-seksual, ini adalah keadaan dimana si trans sudah mengoperasi untuk mengubah fisiknya menjadi seperti perempuan. Yang terakhir yaitu transvertite, merupakan keadaan dimana si trans suka berdandan dan memakai baju/fashion/aksesoris perempuan, biasa disebut crossdresser. Kemudian lanjut, yang kelima, Q untuk queer. Queer adalah keadaan dimana seseorang yang masih merasa bingung dengan identitas seksualnya. Dia masih mempertanyakan apakah dirinya normal/heteroseksual, atau homoseksual, atau biseksual, atau lainnya. Karena bingung yang melanda, akhirnya supaya simpel, disebutlah orang-orang bingung ini dengan queer. Lalu yang terakhir, A untuk ally. Yaitu sebutan untuk orang-orang yang heterosexual atau normal, tapi mereka mensupport LGBT. Mereka sudah tergolong ke dalam LQBTQA+.
Lalu bagaimana dengan simbol '+'? Simbol '+' ini ditambahkan karena selain LGBTQA+ ada lebih banyak identitas seksual lain yang terlalu banyak untuk kusebut. Beberapa di antaranya yaitu aseksual, panseksual, demiseksual, sapioseksual, dan lainnya yang aku belum tahu. Aseksual adalah keadaan dimana seseorang tidak memiliki ketertarikan pada gender apapun. Panseksual adalah keadaan dimana seseorang tertarik pada gender apapun, termasuk trans. Demiseksual adalah keadaan dimana seseorang jatuh cinta karena kedekatan emosional, bukan karena gender seseorang. Yang terakhir yaitu sapioseksual, adalah keadaan dimana seseorang jatuh cinta karena kepintaran seseorang atau pola pikirnya, bukan gender.
Wah, panjang sekali ya penjelasannya. Padahal sudah kubuat sesingkat mungkin supaya mudah dipahami. Jadi bagaimana? Sudah ada sedikit gambaran 'kah tentang kaum LGBTQA+ ini atau yang disebut kaum Nabi Luth jika ditilik di kitabku, Al-Qur'anLGBTQA+ memiliki bulan peringatan untuk mendeklarasikan kemerdakaan hak mereka pada bulan Juni, biasa disebut pride month. Pas bulan lahirku, hehehe. Sejarahnya sangat panjang, penuh lika-liku, dan bitter-sweet.
Jadi begini, sekitar tahun 1960-an di Amerika merupakan awal-awal revolusi seksual, banyak pernyataan dan segala macam pemikiran bahwa identitas seksual bukan hanya antara laki-laki dan perempuan, namun lebih dari itu. Tentu saja ini menimbulkan banyak kontra, karena jika masyarakat sudah percaya dengan sebuah norma masa lalu begitu lama, maka hal baru yang tidak sesuai norma dianggap menyimpang dan sebuah tindak kriminal. Mereka yang mengaku LGBTQA+ akan diusir dari rumah, dibully, bahkan dibakar hidup-hidup di depan jalanan umum, atau digantung dengan biadabnya. Zaman dahulu Hak Asasi Manusia belum terlalu diperhatikan. Manusia saat itu masih cenderung bar-bar dan terbiasa menyelesaikan masalah dengan kekerasan, sepertinya masih terbawa dengan sejarah kelam Perang Dunia II. Hal ini begitu memprihatinkan. Padahal mereka hanya manusia biasa, seperti dirimu, namun hanya memiliki perspektif yang berbeda tentang hidup.
Banyak orang yang berkata bahwa LGBTQA+ merupakan kaum menyimpang yang tidak tahu aturan dan penyakit yang harus dibasmi. Apalagi di Indonesia, negara dengan mayoritas penduduk muslim. Jika tahu kamu merupakan LGBTQA+, maka siap-siap untuk tidak pernah hidup tenang selama-lamanya. Bahkan jika kamu ingin jujur pada keluargamu, kamu tetap tidak akan pernah yakin merasa aman. Meski ini tahun 2019 dan pemikiran banyak orang sudah lebih menerima atau terbuka terhadap suatu keadaan baru. Namun akan beda kasus jika di Indonesia, kamu tidak bisa yakin 100% bisa aman.
Aku warga Indonesia, beragama Islam. Aku hidup berpedoman pada kitab agamaku, juga sunnah rasulku. Maka LGBTQA+ sangat diharamkan bagiku, dan seluruh umat muslim di dunia. Sudah jelas dikatakan di Al-Qur'an;
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ ,إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَDan (Kami juga telah mengutus) Lut (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu?” Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.” (QS.Al-A’raf 80-81)
Rasulullah pun bersabdaDari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabdaلعن الله من عمل عمل قوم لوط لعن الله من عمل عمل قوم لوط لعن الله من عمل عمل قوم لوط“Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali) [HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337]
Aku tidak berani untuk melawan Tuhanku, Allah. Mensupport mereka, walau aku tidak termasuk, juga merupakan sebuah larangan besar. Menilik dari kisah istri Nabi Luth yang juga dilaknat, istri Nabi Luth bisa dianggap ally. Namun melihat banyak orang yang menganiaya kaum LGBTQA+ membuatku tidak bisa untuk hanya diam, jika aku diam maka tanpa sadar aku mensupport masyarakat untuk mendiskriminasi mereka. Aku merasa muak. Aku tidak menyetujui dengan prinsip-prinsip kaum LGBTQA+, tapi aku menghargai mereka sebagai manusia. Menghargai berbeda dengan menyetujui. Saat itu aku membuat status di Instagram, isinya kira-kira begini :

Lalu ada yang komentar, "Jangan terlalu liberal, Vid. Negara kita masih belum siap terbuka sama hal semacam ini. Bisa-bisa kamu dianggap laknat, atau dijudge tidak beragama dan tidak berpendidikan". Aku tidak membalasnya untuk sementara waktu, berpikir. Memang benar. Kebanyak orang pasti akan melabeliku buruk karena aku terlihat seperti mensupport mereka, padahal aku hanya menghargai mereka saja. Aku hanya memanusiakan manusia.
Kemudian beberapa saat, ada yang komentar lagi, "Tapi mereka memang salah, Lav. Mereka harus dibasmi. LGBT itu penyakit. Kalau tidak, bisa menular dan dunia akan hancur." aku hanya membacanya, tidak membalas.
Teman-temanku yang budiman. Mereka manusia biasa, persis sepertiku dan sepertimu, memiliki akal pikiran dan hati. Hanya berbeda pandangan. Ketika aku berinteraksi dengan mereka lewat tumblr, mereka tidak pernah menyakitiku. Mereka manusia biasa. Mereka menghargaiku yang heteroseksual, seseorang yang berbeda pendapat dengan mereka. Mereka tidak pernah mengganggu hidupku, malah mereka membantuku bangkit dari keterpurukanku. Aku berteman dengan mereka, namun aku normal-normal saja. Aku tidak menjadi mereka hanya karena aku berteman dengan mereka. Lantas alasan apa yang membuatku harus menyakiti mereka, atau bahkan membunuh? Apakah kalian Tuhan? Kalian siapa merasa berhak mengambil nyawa orang lain? Kalian sehebat dan sesempurna apa sampai berani merendahkan orang lain? Kalian hanyalah debu dibesarnya alam semesta yang telah Tuhan ciptakan. Kalian tidak berhak untuk menghakimi seseorang atas pilihan hidupnya. Biar saja itu menjadi urusan mereka. Mereka sedang belajar. Hidup adalah pelajaran yang harus kita lewati dengan cara masing-masing. Kita semua sama-sama masih belajar. Lebih baik, fokus memperbaiki dirimu sendiri supaya lulus dari ujian bernama hidup dengan nilai memuaskan. Kita semua masih mencari jati diri kita masing-masing, punya ujian masing-masing yang berbeda. Jangan pernah menggeneralisasi. Hidup tidak sesimpel itu. Hanya karena kamu melihat seseorang nangis di pojokan, lalu kamu teringat kamu yang pernah nangis karena ditinggalkan sahabatmu kemarin. Lantas apakah kamu menjudge orang tersebut menangis karena juga ditinggalkan sahabatnya? Tentu tidak. Kamu tidak pernah tahu apa saja yang orang lain tersebut telah lalui semasa hidupnya, sampai ia memiliki banyak persepsi yang berbeda denganmu. Maka hargai saja, daripada berkomentar buruk namun tidak tahu kebenerannya dan hanya menambah dosa.
Masalah Lucinta Luna dengan Dedy Corbuzier, aku melihat Lucinta adalah sosok yang sensitif. Kebanyakan orang melabelinya dengan pendosa, problematic, tukang mencari sensasi, manusia kurang kerjaan, pokoknya makhluk menjijikkan dan pantas mendapat banyak cacian. Aku melihatnya sebagai sosok yang benci dengan dirinya. Karena seseorang yang bahagia dengan dirinya, tidak akan mencari keributan dan lebih memilih menikmati hidupnya dalam diam. Mungkin dia juga muak dengan semua komentar netizen yang selalu mengejeknya setiap hari di komentar Instagram. Akhirnya saat menemukan bahwa Dedy menjadikannya sebagai bahan candaan di acara Boy William, perasaannyapun meletus seperti gunung vulkanik. Ia setiap hari memendam perasaan sakit hatinya tiap melihat banyak komentar ejekan padanya, dipendam setiap hari sampai akhirnya meledak. Dan sialnya, pendaman terakhir disebabkan Dedy dan akhirnya Dedy menjadi target karena ejekan yang berada di pendaman teratas gunung perasaan Lucinta. Lucinta mudah menangis ketika ia berusaha menjelaskan perasaan sakit hatinya, karena akhirnya ia menumpahkan segala hal yang dia pendam. Ia menjadi sensitif. Tapi karena masyarakat yang terlalu melihat dari sebelah mata, Lucinta dianggap tukang drama dan hanya mencari sensasi. But if you see beyond that, lihatlah bagaimana dia dengan mudah menangis. Karena dia terlalu sering memendam sesuatu. Jika tidak suka Lucinta, lebih baik abaikan segala aktivitas yang dia lakukan. Ia akan berhenti nanti. Biarkan saja ia hidup tenang dengan tubuh pilihannya. 
Jika ditanya opiniku tentang LGBTQA+, aku percaya bahwa gender hanya laki-laki dan perempuan. By the way, disclaimer, yaIni hanya pandangan pribadiku semata, perbedaan cara pola pikir kita adalah sebuah kewajaran. Manusia itu makhluk yang kompleks, tidak bisa disama-ratakan. Tapi jika merasa opiniku salah dan kamu punya opini lain, free to tell me. Kita diskusikan bersama, aku suka belajar hal baru dan mendapatkan cara pikir orang yang berbeda dari cara pikirku. Aku open untuk segala discussion, kok.
Jadi gini, karena aku orangnya sangat based on psychology, aku pernah membaca suatu buku psikologi milik bapak Sigmund Freud tentang identitas seksual secara mental, bukan genital. Untuk pendapatku tentang trans, identitas seksual milik Freud itu dibagi menjadi dua spektrum; feminin dan maskulin. Feminin cenderung bermentalitas dan berperilaku halus, merawat, perhatian, peka, fokus pada perasaan dan lainnya. Sedangkan maskulin berada di spektrum berlawanan dari feminin. Maskulin cenderung berwibawa, menjaga, tegas, tenang, fokus pada logika, dan lainnya. Terlepas dari semua itu, norma masyarakat yang melekat adalah feminin sama dengan perempuan, maskulin sama dengan laki-laki. Padahal tidak sesimpel itu. Perempuan bisa mempunyai spektrum yang condong ke maskulinnya, namun bukan berarti tidak memiliki sisi feminin, sebenarnya ada. Hanya saja maskulinnya lebih kentara atau dominan daripada sisi femininnya. Mereka tetap memiliki fisik perempuan, hanya mental mereka maskulin. And it's normalVice versa untuk yang laki-laki.
Masalahnya kebanyakan orang merasa butuh sebuah status untuk mewakilkan mereka. Karena norma bahwa laki-laki sama dengan maskulin, perempuan sama dengan feminin, ini membuat beberapa orang yang tidak sesuai norma/stereotip masyarakatpun bingung dengan identitasnya dan menciptakan identitas baru. Akhirnya muncullah terms LGBTQA+.
Lalu bagaimana dengan yang memiliki ketertarikan dengan sesama jenis (gay/lesbian/biseksual/panseksual/lainnya)? Kalian pernah mendengar istilah cinta platonik teori Mahatma Ghandi? Cinta platonik bisa dianggap cinta yang bersembunyi dibalik persahabatan. Cinta antara sahabat, cinta antara orangtua dan anak, cinta antara saudara. Cinta yang tidak ada unsur seksualnya (cinta romantik). Cinta yang dirasakan lebih berdasar pada keamanan, kenyamanan, dan mengalir begitu saja. Berbeda dengan cinta romantik yang intim, cinta platonik lebih ke arah saling menjaga. Menurutku, mereka yang menganggap jatuh cinta dengan sesamanya, sepertinya mereka cinta dengan sahabatnya. Namun platonik. Hanya saja mereka hanya tahu cinta romantik yang seksual, mereka tidak tahu ada cinta lain yang bisa mendefinisikan cinta macam apa yang mereka. Banyak kok orang yang mencintai sahabatnya, tapi tidak lantas mereka menikahinya. Hanya ingin menjaga sahabatnya dan memastikan sahabatnya aman dan bahagia. Mungkin karena kurangnya informasi, mereka menyama-ratakan perasaan mereka sebagai cinta romantik lalu muncullah istilah cinta sesama jenis. Aku percayanya sih, rasa cinta itu banyak macamnya. Cinta tidak hanya tentang laki-laki dan perempuan yang menikah, tapi juga ada anak-orangtua, dan cinta antara sahabat. Hal ini normal. Namun sepertinya kesalahan dalam memandang sesuatu jadi penyebab. Bisa juga orang-orang ini memiliki trauma dengan yang berbeda gender, kemudian lebih memilih untuk tertarik pada sesama jenis karena merasa lebih aman. Platonik sekali, bukan? Tapi aku tidak bisa juga menyama-ratakan. Semua orang tinggal di lingkup yang berbeda dengan lingkupku. Ini hanya sebuah teori.
Ini menurutku, ya. Jangan jadikan patokan, belum tentu dan belum diuji ilmiah oleh para ilmuwan soalnya. Aku hanya remaja yang bingung juga, hahaha. Kita masih hidup, masih selalu belajar baru setiap harinya. Kita terlalu muda untuk mengerti apa arti hidup ini. Masih sering tersesat dalam mencari jati diri. Saling respect saja, setiap orang memiliki story masing-masing.

4/24/2019

Daftar Lagu-lagu Tentang Kehebatanmu

April 24, 2019 1 Comments


Okay, jadi sekarang blog ini berubah tema dari mental illness menjadi blog recovery. Aku ingin memberi rekomendasi lagu yang akan membakar semangatmu, yang akan membuatmu percaya bahwa kamu kuat, bahwa kamu bisa bertahan. Karena terkadang yang membuatku susah untuk menjadi kuat adalah sibuk membesar-besarkan masalah kecil. Kemudian mendengarkan lagu-lagu melankolis, yang justru bukannya memperbaiki tapi memperparah. Memang, rasanya nyaman bermellow ria dengan kesedihan. Tapi mau sampai kapan?
Kita harus bangkit. Kita berhak untuk merasa bahwa kita hebat, kita harus berhenti berpikir bahwa kita tidak berguna, padahal kita ini manusia. Manusia mempunyai otak yang merupakan hadiah terbaik dari Tuhan, sebuah kapasitas berpikir yang tidak tertandingi dibanding makhluk Tuhan yang lain.
Bayangkan, ya. Lalat, hewan yang sangat kubenci, hewan yang dulu ingin kumusnahkan dan aku begitu benci dengan kehadirannya, mereka ternyata punya peranan penting dalam ekosistem. Apalagi kamu. Kamu manusia, punya otak yang hebat untuk berpikir, kamu bisa gunakan itu untuk meraih kehebatan. Recovery tidak pernah linear ke atas, tidak semudah itu. Akan banyak waktu dimana kamu jatuh lagi, tapi yang terpenting adalah jangan pernah berhenti berusaha. Perlahan-lahan, asal sampai di tujuan. Wajar jika kamu terjatuh dan gagal, we do make mistake. Because we're human. Me too, and you are not alone, my friend. Jujur aku pun begitu. Masih sering menemukan diriku depresi dan merasa semuanya sia-sia ketika segala hal tidak bekerja sesuai yang kuinginkan, tapi aku selalu ingat bahwa ini semua wajar. Tidak ada segala hal yang instan, kita semua butuh proses. Recovery bukan ajang lomba, kok. Saranku, buatlah daftar hal-hal baru yang ingin kamu lakukan, sesuatu yang akan membuatmu merasa bahwa kamu hidup. Lalu manifestasikanlah! Tidak perlu muluk-muluk. Mungkin beli roti di indomart yang murah, lalu berikan itu pada orang-orang jalanan yang tidak mampu. Atau mungkin sekedar bersepeda-pancal di sore hari lalu merasakan indahnya alam. Terserah.
Atau misal kamu ingin membuat daftar tujuan hidup yang levelnya sedikit ekstrim. Misal seperti berkebun, atau membuka usaha sendiri (misal; cafe), atau ikut kegiatan amal yang butuh banyak tenaga dan waktu. Tidak apa-apa. Lakukanlah segala hal yang kamu inginkan, asal positif.
"Tapi bagaimana caranya? Aku bingung cara memulainya," tanyamu. Wahai temanku, ada banyak informasi yang bisa kamu gali hanya dengan mengetik di search bar Google. Tulis semuanya di buku/notes handphone. Lalu buatlah perencanaan-perencanaan.
"Tapi bagaimana jika aku gagal?" tanyamu ragu, lagi dan lagi. Temanku, kita tidak pernah gagal. Either we win, or we learn. Dan jika rasanya semua terasa salah, rasanya kamu ingin menyerah, jangan. You are allowed to rest, but not quit. Bayangkan saja, kamu sudah memiliki banyak perencanaan, kamu sudah membangun semuanya dari awal. Semua keringat, melawan ketakutan, melawan overthinking, melawan segalanya. Dan hampir sampai di garis finish, hanya kurang 40% lagi, tapi kamu putuskan untuk menyerah. Pasti akan gagal, 'lah. Tapi bagaimana jika kamu gagal, lalu mencoba lagi, gagal lagi, lalu mencoba lagi, dan terus begitu? Lama-lama dari 40% itu akan sampai di 100%, di akhir kamu dapat nikmati hasilnya. Klise, 'sih. Tapi intinya, jangan menyerah saat kamu berusaha mencapai suatu target. Nothing is impossible in this world. Banyak orang yang gagal, karena mereka berhenti di tengah jalan. Buatlah sebuah gebrakan baru, tunjukkan pada dunia bahwa apa yang dipikir tidak mungkin, bisa terjadi asal ada usaha.
Okay, prolognya panjang sekali, ya. Kembali ke topik. Sekarang, untuk membangkitkan semangatmu, hilangkan lagu-lagu mellow. Coba dengarkan lagu-lagu yang akan kusarankan ini. Dan semoga kamu menyukainya, juga semoga berguna untukmu. Kuharap lagu-lagu ini akan membuatmu kuat, seperti yang telah terjadi padaku.
Yang mau dengarkan, tinggal klik aja di bagian teks judul lagunya yang ku tulis di bawah.
1.
"Everytime you bleed for reaching greatness"
(Setiap saat kamu berdarah, berusaha meraih kejayaan)
Relentless you survive
(Tanpa henti, kamu tetap bertahan)

They never lose hope when everything's cold
(Tidak pernah kehilangan harapan, bahkan ketika segala hal terasa tak mungkin)
And the fighting's near
(Dan peperangan mulai mendekat)
It's deep in their bones
(Terukir di dalam tulang)
They run into smoke when the fire is fierce
(Mereka akan lari menuju asap, ketika api membara)
They're written down in eternity
(Mereka telah tertulis dalam keabadian)
But you'll never see the price it costs – the scars collected all their lives
(Tapi kau tidak akan pernah bisa mengukur besar nilainya,
semua bekas luka yang terkumpul selama mereka hidup)
When everything's lost, they pick up their hearts and avenge defeat
(Ketika semua terasa hilang arah,
mereka membangkitkan hati mereka dan membalas kekalahan)
Before it all starts, they suffer through harm just to touch a dream
(Sebelum semuanya dimulai,
mereka telah menderita,
melalui segala macam mara bahaya hanya supaya bisa menyentuh mimpi mereka)

Oh, pick yourself up 'cause,
(Bangkitkan dirimu, karena)

Legends never die when the world is calling you
(Sang legenda tidak akan mati,
ketika seluruh dunia memanggilmu)
Can you hear them screamin' out your name?
(Bisakah kamu dengar mereka meneriakkan namamu?)
Legends never die, they become a part of you
(Sang legenda tidak akan matimereka menjadi bagian dalam dirimu)"
2.
First things first
(Hal pertama, yang utama)
I'ma say all the words inside my head
('Kan ku katakan semua kata yang ada di dalam kepalaku)

I'm fired up and tired of the way that things have been
(Aku terbakar dan lelah dengan segala hal yang telah terjadi)
Second thing second
(Hal yang kedua, nomor dua)
Don't you tell me what you think that I can be
(Jangan kau dikte aku apa yang kamu pikir aku bisa lakukan)
I'm the one at the sail, I'm the master of my sea,
(Akulah pengendali satu-satunya layar kapal, akulah raja lautanku)
I was broken from a young age
(Aku telah terluka sejak kecil)
Taking my soul to the masses
(Memantapkan jiwaku agar lebih tertata)
Write down my poems for the few
(Menulis puisi untuk para minoritas)
That looked at me, took to me, shook to me, feeling me
(Yang telah melihatku, menjunjungku, mengagetkanku, merasakanku)
Singing from heartache from the pain
(Bernyanyi dari rasa sakit hati, dari luka)
Taking my message from the veins
(Memberi pesan dari nadiku)
Speaking my lesson from the brain
(Mengajarkan pelajaran hidupku dengan otak)
Seeing the beauty through the
(Melihat keindahan dari...)
Pain
(Luka)
You made me a, you made me a believer, believer
(Kamu membentukku menjadi, seorang yang percaya)
You break me down, you build me up, believer, believer
(Kamu menghancurkanku, kamu membentukku, percaya)
Oh let the bullets fly, oh let them rain
(Biarkan peluru itu melayang, biarkan menghujaniku)
My life, my love, my drive, it came from
(Hidupku, cintaku, doronganku, semuanya dari)
(Pain)
(Luka)
Third things third
(Hal ketiga, nomor tiga)
Send a prayer to the ones up above
(Kirim doamu untuk Yang di Atas)
All the hate that you've heard has turned your spirit to a dove,
(Semua kebencian yang kamu dengar telah mengubah jiwamu menjadi awan)
I was choking in the crowd
(Aku pernah tercekik di keramaian)
Building my rain up in the cloud
(Menciptakan hujanku di atas awan)
Falling like ashes to the ground
(Lalu jatuh seperti debu ke tanah)
Hoping my feelings, they would drown
(Berharap perasaan, semuanya tenggelam)
But they never did, ever lived, ebbing and flowing
(Tapi tidak akan pernah, mereka akan terus hidup, surut, lalu tetap mengalir)
Inhibited, limited
(Terhambat, terbatas)
'Til it broke up and it rained down
(Sampai terpecah, lalu hujan turun)
Last things last
(Yang terakhir)
By the grace of the fire and the flames
(Dari rahmat api dan kobarannya)
You're the face of the future, the blood in my veins, oh ooh
(Kamu adalah masa depanku, darah mengalir dalam nadiku)"
3.

"You coud be the greatest
(Kau bisa jadi yang terhebat)
You can be the best
(Kau bisa jadi yang terbaik)
You can be the King Kong banging on your chest
(Kau bisa jadi King Kong yang menepuk-nepuk dadamu)
You could beat the world
(Kau bisa kalahkan dunia)
You could beat the war
Kau bisa kalahkan musuh dalam perang
You could talk to God, go banging on his door
Kau bisa bicara pada Tuhan, menggedor-gedor pintu-Nya
You can throw your hands up
Kau bisa angkat tanganmu ke atas
You can be the clock
Kau bisa menjadi jam
You can move a mountain
Kau bisa pindahkan gunung
You can break rocks
Kau bisa memecah bebatuan
You can be a master
Kau bisa jadi seorang tuan
You could go the distance
Kau bisa tempuh jarak yang jauh

You could run the mile
Kau bisa lari bermil-mil

You could walk straight through hell with a smile
Kau bisa berjalan lewati neraka dengan tersenyum

You could be the hero
Kau bisa jadi pahlawan

You could get the gold
Kau bisa dapatkan medali emas
Breaking all the records that thought never could be broke
Pecahkan rekor yang dikira takkan bisa dipecahkan
Do it for your people
Lakukanlah untuk rakyatmu
Do it for your pride
Lakukanlah untuk harga dirimu
Never gonna know if you never even try
Kau takkan pernah tahu jika kau tak pernah mencoba
Do it for your country
Lakukanlah untuk negaramu
Do it for you name
Lakukanlah untuk namamu
Cause there's gonna be a day
Karena akan ada suatu hari
When you're
Saat kau
Don't wait for luck
Jangan tunggu keberuntungan
Dedicate yourself and you can find yourself
Abdikan dirimu dan kau bisa temukan dirimu
Standing in the hall of fame
Berdiri di hall of fame
And the world's gonna know your name
Dan dunia akan tahu namamu
Cause you burn with the brightest flame
Karena kau membakar dengan bara paling terang
Be a champion, Be a champion, Be a champion, Be a champion
Jadilah juara, jadilah juara, jadilah juara, jadilah juara
Be students
Jadilah siswa
Be teachers
Jadilah guru
Be politicians
Jadilah politisi
Be preachers
Jadilah da'i
Be believers
Jadilah penganut
Be leaders
Jadilah pemimpin 
Be astronauts
Jadilah astronot
Be champions
Jadilah juara
Be true seekers
Jadilah pencari sejati"
Hall of Fame, The Script.
4.
"All the lies she has seen
Semua dusta yang tlah dia lihat
All the meaner side of me
Semua sisi kelam diriku
They took away the profits dream for a profit on the street
Mereka membawa pergi mimpi keuntungan demi sebuah keuntungan di jalanan
Now she’s stronger than you know
Kini dia lebih kuat daripada yang kau tahu
A heart of steel starts to grow
Sebuah hati baja mulai tumbuh
All his lies he's been told

Semua dustanya yang tlah dia dengar
He’ll be nothing when he’s old
Dia takkan jadi siapa-siapa saat dia tua
All the kicks and all the blows
Semua tendangan dan tamparan
He will never let it show
Dia takkan pernah menunjukkannya
Cause he’s stronger than you know
Karena dia lebih kuat daripada yang kau tahu
You've been working every day and night
Kau tlah bekerja siang malam
Every day, every hour

Setiap hari, setiap jam
Turn the pain into power
Ubahlah rasa sakit jadi kekuatan
All the hurt, all the lies

Semua luka, semua dusta
All the tears that they cry
Semua air mata yang mereka tumpahkan
When the moment tears just right
Saat air mata tepat ditumpahkan 
They seem fire in their eyes
Air mata kan tampak seperti api di mata mereka
She's got lion in her heart

Ada singa di hatinya
A fire in her soul
Api di jiwanya
He's a got a beast in his belly
Ada binatang buas di perutnya
That's so hard to control
Yang begitu sulit dikendalikan
Cause they've taken too much hits
Karena mereka tlah menerima terlalu banyak hantaman
Taking blow by blow
Menerima pukulan demi pukulan
Now light them match up like watch them explode
Kini terangi mereka dan lihat mereka meledak
When you've been fighting for it all your life
Saat kau tlah memperjuangkannya seumur hidupmu
You've been struggling to make things right
Kau tlah berjuang tuk memperbaiki semuanya
That’s how a superhero learns to fly
Seperti itulah seorang pahlawan super belajar terbang"
Superheroes, The Script.
5.
I'm at war with the world and they
Aku sedang berperang dengan dunia dan mereka
Try to pull me into the dark
Berusaha menarikku ke dalam kegelapan
I struggle to find my faith
Aku berjuang tuk temukan imanku
As I'm slippin' from your arms
Saat aku tergelincir dari pelukanmu
It's getting harder to stay awake
Semakin berat tuk tetap terjaga
And my strength is fading fast
Dan kekuatanku memudar dengan cepat
You breathe into me at last
Akhirnya kau hembuskan nafas ke dalam diriku
I'm awake I'm alive
Aku terjaga dan hidup
Now I know what I believe inside
Kini aku tahu apa yang kuyakini di dalam hati
Now it's my time
Kini, inilah waktuku
I'll do what I want 'cause this is my life
Kan kulakukan yang kumau karena ini hidupku
Here (right here), right now (right now)
Di sini (di sini), sekarang (sekarang)
I'll stand my ground and never back down
Kan kupertahankan tempatku dan pantang mundur
I know what I believe inside
Aku tahu apa yang kuyakini di dalam hati
I'm awake and I'm alive
Aku terjaga dan hidup
I'm at war with the world cause I

Aku sedang berperang dengan dunia karena aku
Ain't never gonna sell my soul
Takkan pernah menjual jiwaku
I've already made up my mind
Aku tlah memutuskan
No matter what I can't be bought or sold
Apapun yang terjadi, aku tak bisa diperjualbelikan
When my faith is getting weak

Saat imanku kian lemah
And I feel like giving in
Dan aku ingin menyerah
You breathe into me again
Kau hembuskan nafas ke dalam diriku lagi
In the dark

Di dalam gelap
I can feel you in my sleep
Aku bisa merasakanmu di dalam tidurku
In your arms I feel you breathe into me
Di dalam pelukmu, aku merasa kau hembuskan nafas ke dalam diriku
Forever hold this heart that I will give to you
Selamanya genggamlah hati yang akan kuberikan kepadamu
Forever I will live for you
Selamanya aku kan hidup untukmu"
Awake and Alive, Skillet.
[bagus banget ini lagu tentang Tuhan, ah I am in love]
6. 
There's gotta be another way out,
Pasti ada jalan keluarnya
I've been stuck in a cage with my doubt
Aku terjebak dalam kandang keraguanku
I've tried forever getting out on my own.
Tlah kucoba tuk kluar dengan caraku sendiri
But every time I do this my way
Tapi, setiap kulakukan dengan caraku
I get caught in the lies of the enemy
Aku terjebak dalam kebohongan musuh
I lay my troubles down, I'm ready for you now.
Kuredakan masalahku, sekarang aku siap melawanmu
Bring me out
Bawa aku keluar
Come and find me in the dark now
Datang dan temukanku dalam kegelapan
Everyday by myself I'm breaking down
Setiap hari ku mengalah oleh diriku sendiri
I don't wanna fight alone anymore
Aku tak ingin berjuang sendirian lagi
Bring me out
Bawa aku keluar
From the prison of my own pride
Dari penjara kebanggaanku sendiri
My God, I need a hope I can't deny
Tuhanku, tak ku pungkiri kubutuh harapan
In the end I'm realizing I was never meant to fight on my own
Pada akhirnya aku menyadari, aku tak dimaksudkan tuk melawan sendirian
Every little thing that I've known is every thing I need to let go
Setiap hal kecil yang kutahu adalah sesuatu yang harus kulepaskan
You're so much bigger than the world I have made
Kau begitu jauh lebih besar dari duniaku
So I surrender my soul
Maka kuserahkan jiwaku
I'm reaching out for your hope
Aku menjangkau harapanmu
I lay my weapons down
Kuletakkan senjataku
I'm ready for you now.
Aku siap untukmu sekarang
I don't wanna be incomplete
Aku tak ingin gagal
I remember what you said to me
Aku ingat yang kau katakan padaku
I don't have to fight alone
Aku tak harus berjuang sendiri"
On My Own, Ashes Remain.
[Ini juga lagu tentang Tuhan. You need help? Hilangkan ego. Kamu boleh minta bantuan, ga cuma lewat Tuhan aja, mungkin ke teman, ke psikolog/psikiater, ke siapapun.]
7. 
I’m just the boy inside the man, not exactly who you think I am
Aku hanyalah anak kecil di dalam tubuh pria dewasa, tak seperti yang kau kira
Trying to trace my steps back here again so many times
Berulang kali mencoba telusuri jejakku kembali ke sini lagi 
I’m just a speck inside your hand, you came and made me who I am
Aku hanyalah butiran di dalam genggamanmu, kau hadir dan jadikanku begini
I remember where it all began so clearly
Aku ingat dengan jelas dimana semua ini bermula
I feel a million miles away, still you connect me in your way
Aku merasa jutaan mil jauhnya, tapi tetap saja kau terhubung denganku
And you create in me something I would’ve never seen
Dan kau ciptakan dalam diriku sesuatu yang pernah kulihat
When I could only see the floor, you made my window a door
Saat hanya bisa kulihat lantai, kau buat jendelaku jadi pintu
So when they say they don’t believe, I hope that they see you in me
Maka saat mereka bilang tak percaya, kuharap mereka melihatmu dalam diriku
After all the lights go down, I’m just the words you are the sound
Setelah semua cahaya padam, aku hanyalah kata-kata, kaulah suaranya
A strange type of chemistry, how you’ve become a part of me
Kimia yang aneh, bagaimana kau tlah jadi bagian diriku
And when I sit alone at night, your thoughts burn through me like a fire
Dan saat aku duduk sendiri di malam hari, pikiran tentangmu membakar diriku seperti bara
You’re the only one who knows who I really am
Kaulah satu-satunya yang tahu siapa diriku sebenarnya
We all wanna be somebody, we just need a taste of who we are
Kita semua ingin jadi seseorang, kita hanya butuh mencicipi siapa diri kita
We all wanna be somebody, we’re willing to go but not that far
Kita semua ingin jadi seseorang, kita mau pergi tapi tak sejauh itu
And we’re all see through, just like glass
Dan kita semua tembus pandang, seperti kaca
And we can shatter just as fast
Dan kita bisa hancur dengan cepat
That light’s been burned out for a while
Cahaya itu tlah terbakar sekian lama
I still see it every time I pass
Masih kulihat tiap kali aku lewat
It was lost in the corners of my mind
Ia hilang di sudut benakku
Behind a box of reasons why
Di balik sekotak alasan mengapa
I never doubted it was there
Tak pernah kuragukan ia ada di situ
It just took a little time to find and even when...
Hanya butuh sedikit waktu tuk menemukannya dan bahwa ketika....
Trying to trace my steps back here again so many times
Berulang kali mencoba telusuri jejakku kembali ke sini lagi"
Be Somebody, Thousand Foot Krutch.
[lagu ini juga tentang seseorang yang pernah tersesat dari TuhanNya, akhirnya kembali lagi pulang ke jalan yang benar. Yeah, I see myself in this song]
Okay... Mungkin itu aja dulu, ya. Jika ada yang mau menambahkan, silahkan di kotak komentar /macem youtubers aja wkwk/. Nanti kalau ada update lagu, akan kutambahkan disini. Semangat, kawan-kawan!